Berita Internasional Terkini
Anggota DPR AS Minta Donald Trump Jalani Tes Kognitif, Imbas Pernyataan soal Perang Iran
Anggota DPR AS minta Donald Trump menjalani tes kognitif imbas pernyataan soal perang Iran di hadapan anak-anak.
Ringkasan Berita:
- Anggota DPR AS Jamie Raskin minta Donald Trump jalani tes kognitif.
- Pernyataan Trump soal perang Iran-Israel di depan anak-anak dinilai kasar dan tak koheren.
- Raskin menduga ada gejala demensia dan minta hasil tes diserahkan ke Kongres.
- Sebagian pihak desak pencopotan Trump lewat Amandemen ke-25 atau pemakzulan.
- Gedung Putih bantah keras, memuji ketajaman mental Trump yang tak tertandingi.
TRIBUNKALTIM.CO - Anggota DPR Amerika Serikat (AS) Jamie Raskin meminta agar Presiden AS Donald Trump jalani tes kognitif.
Anggota DPR AS meminta dokter yang bekerja di Gedung Putih untukmelakukan tes kognitif pada Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan ini disampaikan Jamie Raskin setelah pernyataan Presiden AS, Donald Trump terkait perang AS-Israel dan Iran di depan anak-anak yang dinilai terlalu kasar.
Jamie Raskin merupakan anggota DPR AS dari Partai Demokrat menyatakan keprihatinan atas pendekatan dan pernyataan publik Donald Trump dalam konflik tersebut.
Baca juga: Desakan Pemakzulan Trump Menguat, Hasil Survei Mayoritas Warga AS Ingin Presiden Dilengserkan
Secara khusus, anggota DPRD AS Partai Demokrat mempertanyakan kelayakan Donald Trump untuk menjabat Presiden AS.
“Dalam beberapa hari terakhir, negara ini telah menyaksikan pernyataan dan ledakan emosi Presiden Trump di depan publik yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, gila, dan mengancam,” tulis Raskin dalam sebuah surat, dilansir dari CNN, Sabtu (11/4/2026).
Raskin menyebut alasannya adalah unggahan Trump yang penuh kata-kata kasar pada Minggu Paskah di mana ia menyeru Iran membuka Selat Hormuz.
Ia juga menyinggung pernyataan Trump terkait perang di hadapan anak-anak pada acara Easter Egg Roll di Gedung Putih.
Salah satu pernyataan tersebut adalah Trump mengancam seluruh peradaban akan mati jika Iran tidak menyetujui syarat kesepakatan yang ia tentukan.
Raskin juga mengatakan Presiden Trump sering membual tentang keberhasilannya dalam tes kognitif.
Hal ini termasuk dokter Gedung Putih yang menyatakan bahwa ia dalam kondisi baik.
DPR AS Desak Pemakzulan Trump dan Sebut Ada Gejala demensia
Banyak orang di Partai Demokrat dan bahkan beberapa tokoh MAGA telah sampai pada titik menyarankan agar Trump disingkirkan melalui Amandemen ke-25 atau pemakzulan.
Untuk mencopot Trump dari jabatan presiden, harus ada dukungan dari sebagian besar anggota Kabinet serta wakil presiden untuk menggunakan Amandemen ke-25.
Raskin menegaskan bahwa saat negara sedang berperang, terlebih jika perang dimulai tanpa persetujuan Kongres, rakyat Amerika harus yakin bahwa presiden memiliki kondisi mental yang cukup untuk menjalankan tugasnya.
| Rupiah di Posisi 5 Sebagai Mata Uang Terlemah di Dunia, Rial Iran Paling Lemah |
|
|---|
| Seribu Rumah Apung di Sandakan, Sabah Terbakar, PM Malaysia: Prioritas Utama Keselamatan Korban |
|
|---|
| Donald Trump Buka Dokumen Rahasia Soal UFO dan Alien ke Publik, Pengalihan Kasus Jeffrey Epstein? |
|
|---|
| Daftar 10 Mal Terbesar di Dunia, Iran Mall Jadi Pusat Perbelanjaan Paling Besar, Ada Indonesia? |
|
|---|
| Daftar 15 Negara Produsen Gas Alam Terbesar di Dunia, AS Teratas Disusul Rusia, Ada Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260407_Presiden-AS_Donald-Trump_stroke_kesehatan-rumor.jpg)