Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional Terkini

Kelakar Willy Aditya di Ruang DPR, 'Mau Merger NasDem dengan Gerindra?'

Momen Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berkelakar soal Partai NasDem dan Gerindra merger atau bergabung.

KOMPAS.COM/TATANG GURITNO
NASDEM DAN GERINDRA - Potret Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2024). Momen Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berkelakar soal Partai NasDem dan Gerindra merger atau bergabung. 

TRIBUNKALTIM.CO - Momen Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berkelakar soal Partai NasDem dan Gerindra merger atau bergabung.

Momen tersebut terjadi dalam rapat Komisi XIII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 13 April 2026.

Dalam forum resmi yang melibatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)—lembaga negara yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila di Indonesia—para anggota dewan tengah menyampaikan tanggapan dan pandangan mereka.

Namun di tengah jalannya rapat, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, melontarkan sebuah kelakar yang langsung menarik perhatian peserta rapat.

Candaan tersebut berkaitan dengan dua partai politik besar di Indonesia, yakni Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Dalam nada ringan, Willy menyebut kemungkinan keduanya “merger” atau bergabung.

Baca juga: Tokoh Nasional dan Kader Partai Ramai-ramai Pindah ke PSI, Grace Natalie: Banyak yang Bergabung

“Kita lanjut ke Gerindra atau NasDem dulu? Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?” ucap Willy dalam rapat.

 Momen itu muncul ketika Willy melihat dua anggota DPR dari partai berbeda duduk berdekatan dalam ruang rapat.

Keduanya adalah Muslim Ayub dari Fraksi NasDem dan Anwar Sadad dari Fraksi Gerindra.

Dalam konteks rapat DPR, posisi duduk sering kali mencerminkan fraksi atau kelompok politik tertentu.

Namun, dalam situasi tersebut, kedekatan fisik antara dua anggota dari partai berbeda memunculkan kesan simbolis yang kemudian dijadikan bahan candaan.

Willy kemudian melanjutkan dengan mempersilakan Muslim Ayub untuk memberikan tanggapan lebih dahulu.

Ia bahkan menyinggung posisi kursi kosong di antara keduanya sebagai “penghubung”.

“Karena duduknya udah sebelahan, ya kursi kosong itu bridging, Pak. Silakan,” kata Willy.

Istilah “bridging” dalam konteks ini berarti “jembatan” atau penghubung, yang digunakan secara metaforis untuk menggambarkan kedekatan atau potensi koneksi antara dua pihak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved