Iran Vs Amerika Memanas
Peringatan IMF, Bank Dunia, dan IEA soal Harga BBM dan Pupuk Imbas Blokade Selat Hormuz
Tiga lembaga internasional, IEA, IMF, dan Bank Dunia, mengeluarkan pernyataan bersama mengenai dampak konflik di Iran terhadap perekonomian global.
Ringkasan Berita:
- IEA, IMF, dan Bank Dunia memperingatkan harga energi dan pupuk akan tetap tinggi meski arus perdagangan pulih.
- Dampak perang di Timur Tengah paling dirasakan negara berpenghasilan rendah, dengan ancaman pada ketahanan pangan dan lapangan kerja.
- Blokade AS di Selat Hormuz memperburuk ketegangan regional dan memperlambat pemulihan rantai pasokan global.
TRIBUNKALTIM.CO - Tiga lembaga internasional, yakni Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Grup Bank Dunia, mengeluarkan pernyataan bersama mengenai dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global.
Mereka menegaskan harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan tetap tinggi dalam jangka panjang, bahkan jika arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali normal.
Selat Hormuz adalah jalur laut strategis yang menjadi pintu utama ekspor minyak dunia dari Teluk Persia.
Baca juga: Nasib Dua Kapal Indonesia saat Selat Hormuz Diblokade AS
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Selasa (14/4/2026), ketiga lembaga menyebut dampak perang bersifat substansial, global, dan asimetris, dengan tekanan paling besar dirasakan negara-negara berpenghasilan rendah yang bergantung pada impor energi.
Dampak Perang dan Pasokan Global
Mereka mengatakan guncangan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan kehilangan pekerjaan, sementara beberapa produsen di kawasan itu juga mengalami kerugian besar dalam pendapatan ekspor.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz belum normal dan memperingatkan bahwa bahkan setelah arus kembali normal tetap akan membutuhkan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk pulih ke tingkat sebelum konflik.
Ditambahkan bahwa kekurangan input penting yang disebabkan oleh gangguan pasokan dapat meluas ke sektor energi, pangan, dan sektor lainnya, sementara pengungsi paksa, lapangan kerja yang lebih lemah, dan penurunan perjalanan dan pariwisata juga mungkin membutuhkan waktu untuk pulih.
Baca juga: Kejanggalan Situasi di Selat Hormuz Jadi Sorotan: Kapal China Tetap Melintas Walau Ada Blokade AS
“Hari ini, kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada hari Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami,” kata pernyataan itu dikutip dari Anadolu, Selasa(14/4/2026).
“Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui saran kebijakan yang disesuaikan dan, dalam kasus IMF dan Bank Dunia, dukungan keuangan jika diperlukan.” tambah pernyataan tersebut.
Lembaga-lembaga tersebut mengatakan mereka akan terus mengoordinasikan dukungan untuk negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi dan ekonomi global.
“Kami akan terus memantau dengan cermat dan menilai dampak perang terhadap pasar energi, ekonomi global, dan masing-masing negara, serta mengoordinasikan respons dan dukungan kami kepada negara-negara anggota—bekerja sama dengan, dan memanfaatkan, keahlian organisasi internasional lainnya sesuai kebutuhan untuk meletakkan dasar bagi pemulihan yang tangguh yang memberikan stabilitas, pertumbuhan, dan lapangan kerja,” ujar pernyataan itu.
Baca juga: Arab Saudi Desak Amerika Hentikan Blokade Selat Hormuz, Waspadai Kartu As Iran di Laut Merah
AS Blokade Selat Hormuz
Situasi di kawasan Timur Tengah kini kembali memanas setelah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade laut total di Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) pagi.
Langkah drastis ini sendiri diambil oleh Presiden AS Donald Trump menyusul kegagalan total perundingan damai antara kedua negara yang dipertemukan di Islamabad, Pakistan.
Sebelumnya, sempat muncul harapan melalui pengumuman gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati oleh kedua negara.
Namun, pada akhirnya di hari Minggu pagi delegasi AS memutuskan untuk pulang tanpa kesepakatan apa pun setelah negosiasi dengan pihak Iran menemui jalan buntu.
Blokade yang dimulai secara efektif pada pukul 10.00 pagi waktu setempat ini langsung memicu gelombang kemarahan besar di ibu kota Iran. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peringatan dari IMF dan Bank Dunia: Harga BBM dan Pupuk Bakal Meroket dalam Jangka Waktu yang Lama
| Nasib Dua Kapal Indonesia saat Selat Hormuz Diblokade AS |
|
|---|
| Iran Tuntut 5 Negara Arab ke PBB, Diduga Terlibat dalam Serangan Militer AS dan Israel |
|
|---|
| Kejanggalan Situasi di Selat Hormuz Jadi Sorotan: Kapal China Tetap Melintas Walau Ada Blokade AS |
|
|---|
| Arab Saudi Desak Amerika Hentikan Blokade Selat Hormuz, Waspadai 'Kartu As' Iran di Laut Merah |
|
|---|
| Serukan Penggulingan Donald Trump, Mantan Direktur CIA: Bahaya Dia Pegang Kendali Nuklir AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260409_Selat-Hormuz.jpg)