Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Penyesalan Nadiem Makarim saat Menjabat Menteri, Kini Minta Maaf
Nadiem Makarim menyampaikan kesedihan mendalam saat menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Selasa (14/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Nadiem Makarim mengaku berat berpisah dengan keluarga selama tujuh bulan akibat kasus dugaan korupsi.
- Ia menyampaikan penyesalan atas sikap dan kebijakan semasa menjabat, serta meminta maaf kepada pihak yang tersinggung.
- Nadiem tetap optimis akan memperoleh keadilan dan menegaskan cintanya kepada Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan kesedihan mendalam saat menjalani sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia mengaku telah berpisah dengan anak-anaknya selama tujuh bulan akibat proses hukum yang menjeratnya.
"Saya harus menyadari bahwa masa ini adalah masa yang sangat sulit buat saya dan keluarga saya, dipisah secara paksa dengan anak-anak itu hal yang berat," ungkap Nadiem yang mimik wajahnya tampak sedih dan bersuara parau, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Sidang Nadiem Makarim Memanas, Ahli BPKP tak Bandingkan Harga Chromebook dengan Harga Pasar
Perpisahan itu berlangsung imbas Nadiem Makarim tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek.
Meski demikian, Nadiem mengaku mendapat kekuatan dan inspirasi dari mengingat penderitaan dan pengorbanan pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu.
"Tetapi saya melihat tokoh-tokoh di Indonesia, pemimpin-pemimpin negara kita yang sudah menderita dan mengalami pengorbanan yang jauh lebih besar daripada saya. Dan itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi," katanya.
Meski demikian, ia menyebut mendapat kekuatan dari pengorbanan tokoh-tokoh bangsa terdahulu.
“Itu memberikan saya inspirasi,” tambahnya.
Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Nadiem Makarim: Tuduhan Terima Rp809 Miliar Tidak Terbukti
Optimisme dan Cinta Tanah Air
Nadiem menegaskan dirinya masih mencintai Indonesia dan optimis akan memperoleh keadilan.
“Saya percaya keadilan tetap menjadi asas negara ini. Mohon doa masyarakat agar saya mendapat keadilan,” ucapnya.
Nadiem juga mengatakan, dia masih mencintai Indonesia.
Penyesalan Nadiem
Nadiem Makarim menyampaikan permohonan maaf atas ucapan maupun perilaku yang dinilai telah menyinggung pihak-pihak tertentu semasa menjabat sebagai Mendikbudristek.
Ia mengatakan, selama kurang lebih tujuh bulan mendekam di penjara, ia banyak merenung dan introspeksi diri.
Ia mengaku memiliki banyak sekali kekurangan dan kelemahan sebagai pemimpin muda di birokrasi, yang satu diantaranya menurut Nadiem adalah ketika dia memasukkan banyak orang profesional ke dalam Kemdikbudristek.
Baca juga: Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun, Saksi Sebut Ada Larangan Rekam Rapat Nadiem Makarim
"Dalam 7 bulan ini, saya 7 bulan di penjara itu banyak merenung dan punya banyak waktu untuk benar-benar mengintrospeksi diri. Walaupun saya tidak melakukan kesalahan dalam kasus ini, saya juga menyadari bahwa saya ini punya banyak sekali kekurangan. Punya banyak sekali kelemahan sebagai pemimpin muda di pemerintahan, dan saya ingin mengakui itu," kata Nadiem, kepada wartawan di sela-sela persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
| Nadiem Makarim Siapkan Ahli Keuangan untuk Bantah Tuduhan Adanya Kerugian Negara |
|
|---|
| 3 Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6 hingga 15 Tahun Penjara di Kasus Dugaan Korupsi Laptop Chromebook |
|
|---|
| Sidang Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Nadiem Makarim: Tuduhan Terima Rp809 Miliar Tidak Terbukti |
|
|---|
| Jaksa Ungkap Dugaan Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun, Nadiem Makarim Disebut Terima Rp809 Miliar |
|
|---|
| Jelang Sidang Putusan Praperadilan: Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Status Tersangka Nadiem Makarim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250906_Nadiem-di-KORUPSI-LAPTOP-CHROMEBOOK.jpg)