Berita Ekbis Terkini
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Kini Rp 17.147 per Dollar AS, Apakah bisa Menguat?
Pelemahan rupiah masih terus berlanjut, kini Rp 17.147 per dollar AS, Apakah rupiah bisa menguat?
Ringkasan Berita:
- Rupiah kian melemah, tembus Rp 17.147 per dolar AS pada Rabu (15/4/2026).
- Pelemahan dipicu inflasi domestik yang lebih tinggi dan menurunnya surplus neraca perdagangan.
- Lonjakan harga minyak juga memukul rupiah lantaran Indonesia merupakan pengimpor minyak.
- Ketidakpastian geopolitik membuat investor memilih dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman.
- Rupiah bisa menguat jika kondisi global pulih dan produktivitas dalam negeri meningkat.
TRIBUNKALTIM.CO - Mata uang Indonesia, Rupiah masih terus melemah.
Tren pelemahan rupiah masih berlanjut, nilai tukar kini Rp 17.147 per dolar AS berdasarkan data Google Finance, Rabu (15/4/2026) pukul 15.27 WIB.
Lantas apakah rupiah bisa menguat?
Menurut Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin menyebutkan, pelemahan rupiah yang menembus Rp 17.000 disebabkan oleh beberapa faktor.
Baca juga: Hari Ini Selasa 14 April 2026, Rupiah Dibuka Melemah Rp 17.127 per Dollar AS, Paling Lemah se-Asia
Pemicu pelemahan rupiah tak terlepas dari kombinasi aspek ekonomi makro dan dinamika global.
Berdasarkan data Google Finance, per hari ini, Rabu (15/4/2026) pukul 15.27 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sendiri menyentuh level Rp 17.147.
Jumlah yang melemah ketimbang harga penutupan terakhir pada hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.135,75 per dolar AS.
Faktor ekonomi makro
Dari faktor ekonomi makro, Eddy menjelaskan pelemahan rupiah menembus Rp 17.000 dapat disebabkan oleh inflasi yang lebih tinggi daripada di AS.
"Secara umum, negara dengan tingkat inflasi yang lebih tinggi cenderung mengalami depresiasi mata uang," jelas Eddy saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
Menurunnya surplus neraca perdagangan Indonesia dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya juga menjadi salah satu faktor pelemahan rupiah dari sektor ekonomi makro.
"Meskipun neraca perdagangan masih surplus, tapi surplusnya menurun," sebut Eddy. "Artinya, cash inflow dalam bentuk foreign exchanges juga menurun," lanjut Eddy.
Dengan kata lain, uang asing yang masuk ke Indonesia berkurang. Ini terjadi karena surplus neraca perdagangan yang menurun.
Faktor pemicu pelemahan rupiah lainnya menurut Eddy adalah harga minyak yang melonjak tajam.
"Harga minyak yang meningkat pesat membuat Indonesia yang merupakan net oil importer harus merogoh kocek lebih dalam, dan tentunya ini merupakan faktor pendorong depresiasi rupiah," kata Eddy.
Faktor politik dan ekonomi internasional
rupiah
dollar AS
nilai tukar rupiah ke dolar
nilai tukar rupiah dolar amerika
nilai tukar rupiah
TribunKaltim.co
| Melonjak, Perbandingan Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, Selasa 14 April 2026 |
|
|---|
| Hari Ini Selasa 14 April 2026, Rupiah Dibuka Melemah Rp 17.127 per Dollar AS, Paling Lemah se-Asia |
|
|---|
| Daftar Harga Emas Hari Ini Senin 13 April 2026, dari Antam, UBS hingga Galeri 24 |
|
|---|
| Daftar 94 Pinjol Berizin OJK 2026, Waspada Pinjaman Online yang Ilegal |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Rabu 8 April 2026 di Kaltim, Lengkap Seluruh Provinsi Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260416_rupiah_dollar-AS_melemah_apakah-bisa-menguat.jpg)