Kamis, 23 April 2026

Berita Ekbis Terkini

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Kini Rp 17.147 per Dollar AS, Apakah bisa Menguat?

Pelemahan rupiah masih terus berlanjut, kini Rp 17.147 per dollar AS, Apakah rupiah bisa menguat?

Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Jeprima
TREN PELEMAHAN RUPIAH - Pegawai menunjukan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Pelemahan rupiah masih terus berlanjut, kini Rp 17.147 per dollar AS, apakah rupiah bisa menguat? (Tribunnews.com/Jeprima) 

Depresiasi mata uang Indonesia juga tak lepas dari dinamika politik dan ekonomi internasional.  

Eddy memaparkan, ketidakpastian akibat perang di Eropa dan Timur Tengah menjadi salah satu penyebabnya.

"Kondisi tidak menentu akibat perang di Eropa dan Timur Tengah menyebabkan investor lebih memilih memarkir dana di “safe haven” seperti Amerika Serikat," jelas Eddy.

Belum lagi, lanjut Eddy, Federal Reserve atau bank sentral AS tidak menurunkan policy rate, di mana bunga di AS relatif masih tinggi.

"Sehingga membuat daya tarik cash inflow ke AS lebih tinggi di saat ketidakpastian seperti sekarang," katanya.

Apakah rupiah bisa menguat?

Di tengah kondisi dengan serba ketidakpastian, mata uang rupiah terus menunjukkan fluktuasi.

Menurut Eddy, peluang penguatan nilai tukar rupiah masih terbuka dengan beberapa catatan yang membersamai.

"Rupiah dapat kembali menguat ketika kondisi global mulai normal kembali," katanya.

Selain faktor geopolitik, tekanan pada nilai rupiah berpeluang mereda apabila Indonesia dapat meningkatkan produktivitas barang dan jasa di dalam negeri.

Eddy mengatakan, langkah tersebut penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

"Indonesia dapat meningkatkan produktivitas barang dan jasa di dalam negeri sehingga pertumbuhan ekonomi terjaga," jelas Eddy.

Ia menambahkan, dunia usaha di Indonesia perlu mendapatkan dukungan agar dapat terus berinovasi.  

Dengan begitu, kualitas produk dan jasa meningkat serta lapangan kerja dapat bertambah. "Dunia usaha Indonesia harus didukung untuk berinovasi, produk dan jasa lebih berkualitas, lapangan kerja meningkat, dan lain-lain," pungkasnya.

Baca juga: Terlemah Sepanjang Masa, Rupiah Tembus Rp 17.100 per Dollar AS, Ekonom Singgung Dampak ke Masyarakat

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Artikel ini telah tayang di kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved