Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Fakta Kondisi Mojtaba Khamenei Usai Serangan Udara, Sempat Dikabarkan Kritis

Mojtaba Khamenei dikabarkan hanya alami luka ringan usai serangan udara di Teheran, pemerintah Iran bantah isu kondisi kritis.

Editor: Heriani AM
HO//Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
KONDISI MOJTABA KHAMENEI - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (9/3/2026) menunjukkan gambar Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026). Ketegangan di Iran kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan kondisi pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei, pasca serangan udara yang menargetkan kediamannya.(Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera) 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei dikabarkan hanya alami luka ringan usai serangan udara di Teheran, pemerintah Iran bantah isu kondisi kritis
  • Spekulasi liar soal kondisi pemimpin baru Iran terus beredar, mulai dari cedera parah hingga isu tak mampu memimpin
  • Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel makin memanas, ribuan korban sipil jatuh dan picu kekhawatiran global

 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di Iran kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan kondisi pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei, pasca serangan udara yang menargetkan kediamannya. 

Otoritas setempat menegaskan bahwa cedera yang dialami hanya bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitasnya.

Pejabat Iran menyebut Mojtaba Khamenei mengalami luka di bagian kaki akibat dampak ledakan.

Namun, pemerintah membantah berbagai kabar yang menyebut kondisinya kritis, sekaligus menilai informasi tersebut sebagai spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Pejabat Iran, Azim Ebrahimpour, menyatakan bahwa Mojtaba berada di lokasi saat serangan terjadi.

Baca juga: Makin Panas! Kapal Kargo Iran Ditembaki Pasukan Amerika, Teheran Bersumpah Balas Serangan AS

Ia dilaporkan mengalami luka di bagian kaki akibat gelombang kejut dari ledakan rudal.

Meski demikian, kondisi tersebut disebut tidak serius dan tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

Pemerintah Iran juga membantah berbagai laporan yang menyebut kondisi Khamenei lebih parah. 

Ebrahimpour menilai informasi tersebut tidak akurat dan berpotensi memicu spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas internal negara.

Insiden ini terjadi setelah serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Teheran pada akhir Februari lalu.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 9 Maret Mojtaba Khamenei diangkat sebagai penggantinya.

Baca juga: Wajah Ganda Trump di Perang Iran Disorot: Agresif Menggertak di Publik, Gelisah di Balik Layar

Spekulasi Kondisi Pemimpin Menguat

Namun sejak pengangkatan itu Mojtaba diketahui hanya menyampaikan dua pernyataan tertulis tanpa disertai rekaman suara atau penampilan visual. Situasi ini dinilai tidak biasa di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan validitas kepemimpinannya. Beberapa spekulasi berkembang di ruang publik, termasuk keraguan apakah ia benar-benar memegang kendali pemerintahan.

Di media sosial, muncul berbagai narasi liar yang memperkeruh situasi. Bahkan ada klaim menyebut bahwa Khamenei mengalami cedera serius akibat serangan udara, termasuk dugaan kehilangan salah satu kaki.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved