Jumat, 15 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Fakta Kondisi Mojtaba Khamenei Usai Serangan Udara, Sempat Dikabarkan Kritis

Mojtaba Khamenei dikabarkan hanya alami luka ringan usai serangan udara di Teheran, pemerintah Iran bantah isu kondisi kritis.

Tayang:
Editor: Heriani AM
HO//Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
KONDISI MOJTABA KHAMENEI - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (9/3/2026) menunjukkan gambar Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026). Ketegangan di Iran kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan kondisi pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei, pasca serangan udara yang menargetkan kediamannya.(Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera) 

Beberapa laporan lain yang dikutip Impressive Times menyebut kemungkinan kondisi Mojtaba yang berada dalam kondisi koma atau tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara aktif.

Selain itu, muncul pula narasi yang menyebut Khamenei mengalami luka berat hingga harus dirawat secara intensif dan terisolasi, sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan pejabat tinggi negara.

Dugaan ini diperkuat oleh laporan yang menyebut tidak adanya respons langsung dari Khamenei dalam pengambilan keputusan penting.

Meski demikian, pemerintah Iran berupaya meredam spekulasi tersebut dengan menampilkan citra Mojtaba Khamenei melalui baliho besar di berbagai sudut Teheran.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menegaskan keberadaan dan legitimasi kepemimpinan di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya stabil.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang dapat memastikan secara pasti kondisi terbaru Mojtaba Khamenei.

Situasi ini membuat perhatian internasional tetap tertuju pada perkembangan politik internal Iran di tengah ketegangan kawasan yang masih berlangsung.

Baca juga: Rupiah di Posisi 5 Sebagai Mata Uang Terlemah di Dunia, Rial Iran Paling Lemah

Serangan AS–Israel di Iran Tewaskan Ribuan

Lebih lanjut, selain memicu spekulasi terkait kondisi kepemimpinan Iran, serangan ini juga menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat sipil.

Serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di Iran dilaporkan menewaskan ribuan warga dan memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut

Berdasarkan data resmi otoritas Iran, sebanyak 3.375 warga dilaporkan tewas selama periode konflik.

Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran, Abbas Masjedi, menyatakan bahwa mayoritas korban merupakan warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen jenazah sempat tidak dapat diidentifikasi akibat parahnya dampak ledakan bom dan rudal.

Salah satu insiden yang paling disorot adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar di wilayah selatan Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 160 anak.

Peristiwa ini memperkuat kekhawatiran terhadap dampak konflik yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyasar kehidupan sipil secara luas.

Tingginya jumlah korban sipil, ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, serta ketidakpastian politik internal menjadi faktor yang memperbesar risiko instabilitas kawasan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved