Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dipimpin Inggris dan Prancis, 30 Lebih Negara Kumpul di London Bahas Selat Hormuz

Lebih dari 30 negara dijadwalkan menghadiri pertemuan internasional di London, Inggris, mulai Rabu (22/4/2026) untuk membahas Selat Hormuz.

Tayang:
HO//IST/Tangkap Layar/Khaberni
SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. Lebih dari 30 negara dijadwalkan menghadiri pertemuan internasional di London, Inggris, mulai Rabu (22/4/2026) untuk membahas upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. 
Ringkasan Berita:
  • Pertemuan internasional di London melibatkan lebih dari 30 negara untuk membahas keamanan Selat Hormuz.
  • Fokus utama adalah menyusun rencana operasional, termasuk aspek militer dan diplomasi, guna menjamin kebebasan navigasi.
  • Pembukaan kembali jalur pelayaran akan dilakukan setelah tercapai gencatan senjata yang konsisten di kawasan.

TRIBUNKALTIM.CO – Lebih dari 30 negara dijadwalkan menghadiri pertemuan internasional di London, Inggris, mulai Rabu (22/4/2026) untuk membahas upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, dikenal sebagai salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia karena menjadi jalur ekspor utama minyak dan gas dari Timur Tengah.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini difokuskan pada penyusunan rencana operasional guna memastikan keamanan navigasi di kawasan tersebut.

Baca juga: Akhirnya Satu Kapal Tanker Indonesia Tembus Selat Hormuz saat Dibuka Iran, Ada 20 Kapal yang Keluar

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya mengenai misi internasional yang dipimpin bersama Inggris dan Prancis.

Menurut laporan Al Jazeera, lebih dari 10 negara telah menyatakan kesiapan bergabung dalam misi tersebut.

Komitmen ini muncul setelah sekitar 50 negara dari Eropa, Asia, dan Timur Tengah mengikuti konferensi video yang membahas stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Tajam Imbas Gangguan di Selat Hormuz, Konflik AS-Iran Guncang Pasar Global

Tujuan Pertemuan

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, pertemuan di London akan membangun kemajuan yang telah dicapai dalam diskusi sebelumnya. 

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan, fokus utama dalam pertemuan ini adalah menerjemahkan kesepakatan diplomatik menjadi rencana konkret di lapangan.

Baca juga: Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz Jika Blokade AS Berlanjut

“Tugas hari ini dan besok adalah mengubah konsensus diplomatik menjadi rencana bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di selat dan mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan,” ujar Healey, dikutip dari Reuters.

Ia optimistis pertemuan tersebut dapat menghasilkan kemajuan nyata dalam waktu dekat.

Selain itu, para peserta juga dijadwalkan membahas kemampuan militer, mekanisme komando dan kendali, serta skema penempatan pasukan ke kawasan jika kondisi dinilai telah memungkinkan.

Pemerintah Inggris menegaskan, rencana pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan setelah tercapainya gencatan senjata yang stabil dan berkelanjutan di kawasan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved