Senin, 18 Mei 2026

Gunung Merapi Erupsi

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Status Siaga Level III Masih Berlaku

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026).

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/dok.. BPPTKG
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI - Ilustrasi: Aktivitas Gunung Merapi. Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) malam.(dok.. BPPTKG) 

TRIBUNKALTIM.CO -  Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Minggu (17/5/2026) malam.

Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mengeluarkan awan panas guguran, yakni campuran abu vulkanik, batuan, dan gas panas yang meluncur dari puncak gunung dengan kecepatan tinggi.

Fenomena ini berpotensi membahayakan wilayah di sekitar lereng.

Baca juga: Sudah 1 Tahun Stroke, Biodata Herby Latuperissa Pemeran Kyai Ageng Prayoga di Misteri Gunung Merapi

Badan Geologi melaporkan kejadian tersebut melalui akun resmi Instagram @badan.geologi.

Dalam keterangannya, awan panas guguran tercatat terjadi pukul 19.20 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat, menuju aliran Kali Sat dan Kali Putih.

Selain jarak luncur, laporan juga mencatat amplitudo maksimum sebesar 68,37 milimeter dengan durasi kejadian 146,36 detik.

Amplitudo adalah ukuran getaran seismik yang terekam oleh alat pemantau aktivitas vulkanik, menunjukkan intensitas peristiwa yang terjadi.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, 17/05/2026,” tulis Badan Geologi dalam keterangannya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi terdampak material vulkanik.

Baca juga: 2 Kubah Lava Gunung Merapi Tumbuh, BPPTKG Beber Berpotensi Guguran Awan Panas

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” lanjut keterangan tersebut.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui informasi resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level Siaga atau Level III.

“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi,” tulis Badan Geologi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved