Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sebut Iran Terpecah, Perdebatan Perang atau Damai Menguat di Teheran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal keretakan internal pemerintah Iran dinilai mulai terbukti.

Editor: Heriani AM
Instagram whitehouse
GENCATAN SENJATA - Foto Presiden AS, Donald Trump yang diunggah di akun Instagram terverifikasi, White House. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal keretakan internal pemerintah Iran dinilai mulai terbukti. 

Ringkasan Berita:
  • Ucapan Donald Trump soal retaknya internal Iran mulai terbukti, elite Teheran kini terbelah soal lanjut perang atau negosiasi damai.
  • Di tengah gencatan senjata diperpanjang, Iran justru gelar parade militer dan pamer rudal, sinyal perlawanan masih kuat.
  • Perdebatan panas pejabat Iran mencuat ke publik, dari ancaman tak menyerah hingga dorongan damai demi akhiri blokade ekonomi.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal keretakan internal pemerintah Iran.

Situasi di Teheran disebut semakin kompleks usai keputusan memperpanjang gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan AS dan sekutunya.

Ketegangan di dalam pemerintahan Iran kian mencuat seiring perbedaan sikap antarpejabat terkait arah kebijakan ke depan.

Sebagian mendorong jalur negosiasi demi meredakan tekanan ekonomi, sementara lainnya menyerukan respons tegas terhadap langkah Washington.

Di tengah dinamika tersebut, sejumlah aksi militer dan unjuk kekuatan tetap ditunjukkan di ibu kota Teheran, termasuk parade persenjataan strategis yang menandai sikap keras terhadap tekanan luar.

Baca juga: Sinyal Negosiasi Kedua AS–Iran Segera Digelar, Trump: Itu Mungkin

Namun di sisi lain, sinyal diplomasi juga muncul melalui wacana lanjutan perundingan internasional.

Para petinggi negara itu dikabarkan tengah berdebat sengit soal apakah harus melunak demi mencabut blokade ekonomi, atau justru membalas serangan dari Washington.

Menurut pemberitaan Al Jazeera, di koridor kekuasaan Teheran, suara tidak lagi bulat.

Pihak berwenang Iran kembali menggelar aksi pembangkangan pada Selasa (21/4/2026) malam hingga Rabu (22/4/2026) dengan parade militer di jalan-jalan Teheran.

Parade militer yang digelar di Lapangan Enghelab, Teheran ini terjadi bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata Trump.

Sebuah rudal balistik Khorramshahr-4, salah satu proyektil jarak jauh Iran, diarak melewati kerumunan orang yang bersorak-sorai untuk mendukung pemerintahan Iran.

Media Iran juga merilis lebih banyak rekaman dan wawancara dengan orang-orang bersenjata, termasuk perempuan, yang mengatakan mereka siap bertempur di jalanan.

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB, Saeed Iravani mengatakan bahwa putaran negosiasi selanjutnya dapat berlangsung di Pakistan.

Baca juga: Utusan Presiden AS Donald Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Timnas Italia di Piala Dunia 2026

Iravani menegaskan kembali bahwa Iran mau bernegosiasi jika AS mencabut blokade yang telah diberlakukannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved