Berita Nasional Terkini
Rupiah Melemah ke Rp17.300, Ekonom Ingatkan Dampak Bertahap
Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian global dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebut, pelemahan rupiah bakal meningkatkan inflasi barang impor (imported inflation).
Namun dampak tersebut sebagian telah diredam oleh kebijakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yakni dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
"Tentu dampaknya yang paling terasa kalau terjadi imported inflation, ini bisa terasa di masyarakat. Tapi kan untuk sekarang ini imported inflation sebagian besar sudah ditangani oleh pemerintah melalui APBN yang berperan sebagai shock absorber," ungkap Myrdal kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupih sudah optimal, termasuk melalui intervensi pasar dan kebijakan suku bunga di level 4,75 peren yang masih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
"Jadi sudah all out sih kalau menurut saya sih dari BI langkahnya. Tapi yang penting untuk stabilitas nilai tukar rupiah jangan sampai terlalu drastis (mengorbankan cadangan devisa)," tukasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Isi Pertemuan Menhan Sjafrie dengan Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa dan Para Purnawirawan TNI |
|
|---|
| Soal Kasus Saiful Mujani, Rocky Gerung: Kebebasan Akademisi Melekat, Bukan Pemberian Negara |
|
|---|
| Wacana Menkeu Purbaya Tarik Tarif di Selat Malaka Berpotensi Timbulkan Konflik Internasional |
|
|---|
| Menhan Sjafrie Kumpulkan Eks Panglima TNI, Ada Gatot Nurmantyo hingga Andika Perkasa, Ada Apa? |
|
|---|
| Rupiah Makin Lemah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Transportasi dan Harga Barang Berpotensi Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260416_rupiah_dollar-AS_melemah_apakah-bisa-menguat.jpg)