Sabtu, 25 April 2026

Berita Nasional Terkini

Rupiah Melemah ke Rp17.300, Ekonom Ingatkan Dampak Bertahap

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian global dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tribunnews.com/Jeprima
IMBAS RUPIAH MELEMAH - Pegawai menunjukan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian global dan eskalasi konflik di Timur Tengah. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada 21 April 2026 rupiah berada di level Rp17.140 per dollar AS, melemah 0,87 persen dibanding akhir Maret. 

Sementara itu, Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebut, pelemahan rupiah bakal meningkatkan inflasi barang impor (imported inflation).

Namun dampak tersebut sebagian telah diredam oleh kebijakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yakni dengan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Tentu dampaknya yang paling terasa kalau terjadi imported inflation, ini bisa terasa di masyarakat. Tapi kan untuk sekarang ini imported inflation sebagian besar sudah ditangani oleh pemerintah melalui APBN yang berperan sebagai shock absorber," ungkap Myrdal kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026). 

Menurutnya, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupih sudah optimal, termasuk melalui intervensi pasar dan kebijakan suku bunga di level 4,75 peren yang masih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi sudah all out sih kalau menurut saya sih dari BI langkahnya. Tapi yang penting untuk stabilitas nilai tukar rupiah jangan sampai terlalu drastis (mengorbankan cadangan devisa)," tukasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved