Senin, 27 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Buka Peluang Negosiasi dengan AS, Tapi Ada Syaratnya

Pemerintah Iran kembali mengirim sinyal membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya tensi konflik kawasan.

Chat GPT
PELUANG NEGOSIASI - Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan. Pemerintah Iran kembali mengirim sinyal membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya tensi konflik kawasan. (Chat GPT) 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Iran kembali mengirim sinyal membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya tensi konflik kawasan.

Namun, Teheran menegaskan bahwa proses diplomasi hanya dapat berlangsung jika sejumlah syarat utama mereka dipenuhi, terutama terkait penghentian tekanan militer.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilaporkan telah tiba di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026) malam.

Baca juga: Utusan Donald Trump Menuju Pakistan, Sinyal Lanjutkan Perundingan AS-Iran?

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah diplomatik Iran untuk memperkuat koordinasi regional sekaligus membuka jalur komunikasi dalam upaya meredakan konflik.

Dalam pernyataan resmi, Teheran menyebut bahwa Araghchi tidak hanya akan berada di Pakistan, tetapi juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke sejumlah ibu kota lain seperti Moskwa dan Oman.

Langkah ini menunjukkan bahwa Iran tengah membangun komunikasi intensif dengan negara-negara mitra sebelum melanjutkan pembicaraan lebih lanjut dengan Washington.

Meski membuka peluang dialog, Iran tetap memasang garis tegas terkait prasyarat negosiasi.

Baca juga: Boleh Tampil di Piala Dunia 2026, Tapi Iran Harus Penuhi Syarat dari AS

Salah satu tuntutan utama adalah penghentian blokade laut yang dilakukan oleh AS.

Teheran menilai blokade tersebut sebagai bentuk tekanan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan semangat gencatan senjata.

Iran juga menegaskan tidak akan berunding di bawah ancaman.

Bagi Teheran, setiap proses diplomasi harus berlangsung dalam kondisi setara tanpa tekanan militer maupun politik dari pihak mana pun.

Baca juga: Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Pejabat Italia: Memalukan

Di sisi lain, Amerika Serikat mulai menunjukkan respons dengan mengirimkan utusan khusus ke Pakistan.

Nama-nama seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertolak ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan.

Kepastian pengiriman delegasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Ia menyebut kedua utusan itu akan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur negosiasi.

Baca juga: Donald Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran yang Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved