Iran Vs Amerika Memanas
Pengamat Duga China Jadi Target Tersembunyi dalam Perang AS–Iran, Begini Analisisnya
China terdampak konflik AS–Iran karena ketergantungan minyak. Selat Hormuz jadi kunci geopolitik global.
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Saat Amerika Serikat dan Iran berupaya mencapai gencatan senjata, perhatian analis justru tertuju pada aktor lain: China.
Mengutip Forbes, pada 20 April, Presiden China Xi Jinping secara terbuka menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global.
Pernyataan ini menunjukkan Beijing memantau situasi dengan sangat serius.
China dan Kepentingan Besar di Balik Konflik
Baca juga: Ini Alasan Trump Yakin Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih Tak Berkaitan dengan Perang Iran
Peneliti Hudson Institute, Zineb Riboua, menilai konflik ini memiliki dimensi lebih luas.
“Saya termasuk dalam kelompok yang berpikir bahwa ini tentang melemahkan China,” kata Riboua.
“Saya rasa pemerintah tidak mengatakannya seperti itu, tetapi saya pikir ini sangat penting.”
Menurutnya, pernyataan Xi mencerminkan kecemasan China sekaligus keterbatasan pengaruhnya terhadap Iran.
Ia juga menilai langkah AS berpotensi mengubah status quo yang selama ini menguntungkan China.
Mengapa Iran Sangat Penting bagi China?
China adalah importir minyak terbesar dunia, dengan kebutuhan sekitar 11 juta barel per hari.
Iran menjadi salah satu pemasok utama.
“China diuntungkan di tiga bidang. Yang pertama adalah minyaknya. Sebanyak 90 persen minyak Iran diekspor ke China dengan harga diskon,” ujar Riboua.
Data menunjukkan:
- Lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran mengalir ke China (2025)
- Harga lebih murah 8–10 dolar AS di bawah Brent
Selain itu, Iran juga berfungsi sebagai:
- “Laboratorium penghindaran sanksi”
- Tempat uji coba jaringan finansial alternatif
Jaringan ini mencakup perusahaan fiktif, transfer antarkapal, hingga sistem pembayaran non-Barat.
Risiko Besar Jika Selat Hormuz Terganggu
Ketergantungan tinggi membuat China sangat rentan.
Jika terjadi:
- Blokade laut
- Eskalasi konflik berkepanjangan
Maka dampaknya:
- China harus membeli minyak lebih mahal
- Biaya pengiriman dan asuransi melonjak
- Tekanan ekonomi meningkat
‘China Ingin AS Terjebak di Timur Tengah’
Riboua juga menyoroti dimensi geopolitik yang lebih luas:
“China ingin Amerika terjebak di Timur Tengah. Itu adalah skenario yang sempurna ketika China mempertimbangkan kemungkinan serangan terhadap Taiwan.”
Namun, langkah Iran mempersenjatai Selat Hormuz justru berpotensi merugikan China sendiri.
“Dalam prosesnya, mereka justru merugikan China.”
Seberapa Besar Pengaruh China atas Iran?
Meski menjadi mitra dagang utama Iran, pengaruh China tidak sepenuhnya dominan.
Fakta penting:
- China–Iran memiliki kerja sama strategis 25 tahun (2021)
- China membantu Iran menghindari sanksi Barat
- Namun tidak ada perjanjian pertahanan formal
China bahkan disebut:
- Menawarkan satelit pengintai komersial
- Mempertimbangkan pengiriman senjata
Namun, hubungan tetap memiliki batas:
- Perbedaan budaya dan ideologi
- Pengaruh China tidak selalu efektif
Contohnya:
- Iran tetap memblokir kapal China di Selat Hormuz
- Tidak ada perlakuan khusus bagi Beijing
Artinya, China tidak sepenuhnya bisa mengendalikan Iran.
Baca juga: Perluas Blokade Laut untuk Cegat Kapal Tanker Iran, AS: Kesepakatan Nuklir atau Ekonomi Runtuh
Perkembangan Terbaru: Iran Tawarkan Kesepakatan
Menurut laporan Axios, Iran menawarkan kesepakatan kepada AS melalui mediator Pakistan:
- Membuka kembali Selat Hormuz
- Membantu meredakan konflik
- Menunda pembahasan nuklir
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut akan menggelar rapat penting di Situation Room pada 27 April 2026.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengisyaratkan opsi blokade:
"Ketika Anda memiliki sejumlah besar minyak... jika jalur ini ditutup... maka jalur itu bisa meledak dari dalam."
Ia menilai Iran berada di bawah tekanan besar akibat potensi gangguan ekspor minyak.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Analis: Target Tersembunyi dari Perang Iran-AS Mungkin China
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260409_Selat-Hormuz.jpg)