Rabu, 29 April 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jawaban Dirut PT KAI soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah

Tayang:
Kompas.com/Nadia Zahra
GERBONG PEREMPUAN DIPINDAH - Gerbong khusus wanita dalam rangkaian kereta KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Wacana pemindahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) mencuat setelah insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Usulan pemindahan gerbong perempuan ke tengah muncul usai kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menewaskan 15 orang dan melukai 106 penumpang
  • Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan keselamatan tidak dibedakan berdasarkan gender

TRIBUNKALTIM.CO - Wacana pemindahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) mencuat setelah insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut menimbulkan dampak besar, baik dari sisi korban maupun evaluasi sistem keselamatan transportasi publik.

Kecelakaan itu menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 106 lainnya mengalami luka-luka.

Benturan keras terjadi ketika lokomotif KA Argo Bromo Anggrek mengalami kerusakan parah hingga masuk ke dalam rangkaian KRL.

Gerbong yang terdampak langsung adalah gerbong ke-10, yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan di posisi paling belakang.

Baca juga: Sosok Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah

Kondisi ini kemudian memicu perhatian terhadap posisi gerbong perempuan yang selama ini berada di ujung rangkaian kereta, baik di bagian depan maupun belakang.

Usulan Menteri PPPA: Gerbong Perempuan di Tengah Lebih Aman

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian KRL.

Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi pascakecelakaan.

Menurut Arifah, selama ini penempatan gerbong perempuan di ujung rangkaian bertujuan untuk menghindari penumpukan penumpang.

Namun, ia menilai perlu adanya perubahan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujarnya saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan bahwa posisi tengah dinilai lebih aman dalam situasi darurat.

 Secara umum, bagian tengah rangkaian kereta cenderung memiliki risiko lebih kecil dibandingkan bagian depan atau belakang yang biasanya menjadi titik awal benturan.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.

Meski demikian, Arifah menegaskan bahwa usulan ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved