Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Jawaban Dirut PT KAI soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Wacana pemindahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) mencuat setelah insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut menimbulkan dampak besar, baik dari sisi korban maupun evaluasi sistem keselamatan transportasi publik.
Kecelakaan itu menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 106 lainnya mengalami luka-luka.
Benturan keras terjadi ketika lokomotif KA Argo Bromo Anggrek mengalami kerusakan parah hingga masuk ke dalam rangkaian KRL.
Gerbong yang terdampak langsung adalah gerbong ke-10, yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan di posisi paling belakang.
Baca juga: Sosok Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah
Kondisi ini kemudian memicu perhatian terhadap posisi gerbong perempuan yang selama ini berada di ujung rangkaian kereta, baik di bagian depan maupun belakang.
Usulan Menteri PPPA: Gerbong Perempuan di Tengah Lebih Aman
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian KRL.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi pascakecelakaan.
Menurut Arifah, selama ini penempatan gerbong perempuan di ujung rangkaian bertujuan untuk menghindari penumpukan penumpang.
Namun, ia menilai perlu adanya perubahan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujarnya saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan bahwa posisi tengah dinilai lebih aman dalam situasi darurat.
Secara umum, bagian tengah rangkaian kereta cenderung memiliki risiko lebih kecil dibandingkan bagian depan atau belakang yang biasanya menjadi titik awal benturan.
“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.
Meski demikian, Arifah menegaskan bahwa usulan ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
| Sosok Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah |
|
|---|
| Kabar Duka, Karyawan Kompas TV Nur Ainia Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta Bekasi |
|
|---|
| Update Daftar Nama Korban KRL Bekasi Timur, Basarnas: Didominasi Perempuan |
|
|---|
| Gerbong Wanita Diusulkan Dipindah, AHY: Ini Bukan Soal Gender tapi Safety First |
|
|---|
| Profil dan Kekayaan Pemilik 'Taksi Hijau' Green SM, Masuk Daftar Miliarder Asia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260429_kereta-gerbong-perempuan.jpg)