Jumat, 1 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Update Daftar Nama Korban KRL Bekasi Timur, Basarnas: Didominasi Perempuan

Dari total korban meninggal, 14 di antaranya disebut berasal dari gerbong khusus perempuan yang berada di bagian belakang rangkaian kereta.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com/Herudin
KECELAKAAN KERETA DI BEKASI TIMUR - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026 bertambah menjadi 15 orang. Sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Mohammad Syafii memastikan mayoritas korban tewas dalam kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur merupakan perempuan. 

Dari total korban meninggal, 14 di antaranya disebut berasal dari gerbong khusus perempuan yang berada di bagian belakang rangkaian kereta.

Ia menjelaskan, posisi gerbong tersebut menjadi faktor utama tingginya jumlah korban perempuan dalam insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Selain itu, tidak ditemukan korban laki-laki maupun anak-anak, karena seluruh penumpang yang terdampak berada dalam kategori dewasa.

"100 persen yang kami evakuasi perempuan," ujar Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan kondisi tersebut karena gerbong yang terdampak merupakan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL. 

Baca juga: Instruksi Presiden Prabowo Usai Jenguk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

Tidak Ada Korban Anak-anak

Selain itu, Syafii mengungkapkan tidak ditemukan korban laki-laki maupun anak-anak dalam insiden tersebut.

"Saya melihatnya tidak ada, semuanya sudah masuk kategori dewasa," katanya.

Syafii juga memastikan proses pencarian korban telah rampung dan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam bangkai kereta.

Proses pembersihan akan dilakukan terhadap potongan tubuh dari korban.

"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta andai saja ditemukan sekecil apa pun body part dari tubuh tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Proses identifikasi korban, kata Syafii, dilakukan oleh tim medis di rumah sakit.

"Korban seluruhnya kami serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan," kata Syafii.

Akibat kecelakaan ini, jumlah korban sebanyak 14 orang jiwa meninggal dunia dan 84 orang luka-luka.

Baca juga: Arti Tertemper dan Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Terbaru 28 April 2026, Green SM Buka Suara

Berikut nama-nama korban meninggal dan luka-luka yang dirawat di rumah sakit:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved