Iran Vs Amerika Memanas
Mojtaba Khamenei 'Usir' AS dari Teluk, Sebut Soal Orang Asing yang Serakah dan Punya Niat Jahat
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras terkait keberadaan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei menolak kehadiran AS di Teluk, menegaskan kawasan harus bebas dari campur tangan asing.
- Iran berencana mengatur “manajemen baru” Selat Hormuz, yang diklaim membawa stabilitas dan manfaat ekonomi bagi negara-negara Teluk.
- Ketegangan dengan AS berdampak pada harga minyak dunia, sementara Iran menegaskan tidak akan menghentikan program nuklir dan misilnya.
TRIBUNKALTIM.CO – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras terkait keberadaan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Dalam pesan tertulis yang dibacakan televisi pemerintah, ia menegaskan bahwa pihak asing tidak memiliki tempat di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah gencatan senjata rapuh antara Iran dan Amerika Serikat sejak 7 April 2026.
Baca juga: Tak Berhasil Buka Selat Hormuz, AS Minta Bantuan dan Ajak Dunia Gabung Koalisi Baru
Mojtaba juga menyebut Iran akan menerapkan “manajemen baru” atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu pusat perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman, dan menjadi rute vital ekspor minyak global.
Menurut laporan Reuters, Mojtaba menegaskan Teheran akan mengamankan kawasan Teluk dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai “penyalahgunaan musuh” di jalur tersebut.
Ia menyatakan bahwa pengelolaan baru ini akan membawa ketenangan, kemajuan, serta manfaat ekonomi bagi negara-negara di sekitar Teluk.
Mojtaba Khamenei “Usir” AS
Dilansir The Times of Israel, Mojtaba Khamenei menyampaikan sikap tegas terhadap Amerika Serikat dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah.
Ia menyebut bahwa pihak asing tidak memiliki tempat di kawasan Teluk.
Baca juga: Mayoritas Negara Teluk Berpihak ke AS, Iran Kian Terjepit dan Sulit Berlakukan Tarif di Selat Hormuz
“Dengan bantuan dan kekuatan Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika, yang melayani kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyatnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa negara-negara di sekitar Teluk memiliki nasib yang sama, dan pihak luar tidak berhak ikut campur.
“Kami dan para tetangga kami di seberang perairan Teluk Persia dan Teluk Oman memiliki takdir bersama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer dengan keserakahan dan niat jahat tidak memiliki tempat di sana—kecuali di dasar perairannya,” kata Mojtaba.
Iran Akan Kendalikan Selat Hormuz
Sementara itu, menurut laporan Reuters, Mojtaba menyebut bahwa Iran tengah membuka babak baru dalam pengelolaan kawasan Teluk dan Selat Hormuz sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa Teheran akan mengamankan kawasan tersebut serta menghentikan apa yang disebutnya sebagai “penyalahgunaan musuh” di jalur perairan strategis itu.
Baca juga: Ngebom Iran Bikin AS Kuras Dana Besar, Kini Trump Pilih Blokade Berkepanjangan di Selat Hormuz
Menurutnya, “manajemen baru” atas selat Hormuz akan membawa dampak positif bagi negara-negara di kawasan.
| Tak Berhasil Buka Selat Hormuz, AS Minta Bantuan dan Ajak Dunia Gabung Koalisi Baru |
|
|---|
| Trump Klaim Sumur Minyak Iran Meledak 3 Hari, Ghalibaf Balas Sindiran Menohok |
|
|---|
| Israel Kucurkan Rp 11 Triliun untuk Iklan dan Influencer, Upaya Perbaiki Citra Global |
|
|---|
| Mayoritas Negara Teluk Berpihak ke AS, Iran Kian Terjepit dan Sulit Berlakukan Tarif di Selat Hormuz |
|
|---|
| Teleponan 90 Menit Trump–Putin, Bahas Risiko Perang Iran dan Gencatan Senjata Ukraina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260306_mojtaba.jpg)