Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Berkonflik dengan Kanselir Jerman, AS Tarik 5.000 Tentaranya dari Berlin

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius pada Sabtu (2/5/2026) mengatakan, penarikan pasukan AS dari Jerman telah diperkirakan sebelumnya.

Tayang:
Instagram whitehouse
TRUMP TARIK PASUKAN - Foto Presiden AS, Donald Trump yang diunggah di akun Instagram terverifikasi, White House. Pentagon pada Jumat (1/5/2026) mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam satu tahun ke depan. Hal ini iimbas kemarahan Trump pada Kanselir Jerman. 

Ringkasan Berita:
  • Penarikan 5.000 pasukan AS dari Jerman menandai perubahan besar dalam strategi pertahanan Eropa.
  • Menteri Pertahanan Jerman menekankan perlunya Eropa mandiri menjaga keamanan tanpa terlalu bergantung pada Washington.
  • Perseteruan politik antara Presiden Trump dan Kanselir Merz memperburuk hubungan transatlantik di tengah ketegangan perdagangan dan isu Iran.

TRIBUNKALTIM.Co - Jerman menghadapi perubahan besar dalam peta pertahanan Eropa setelah Amerika Serikat mengumumkan penarikan 5.000 tentaranya dari wilayah tersebut.

Amerika Serikat pada Jumat (1/5/2026) mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam satu tahun ke depan. 

Pengumuman itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini mengancam untuk menarik pasukan dari Jerman, di tengah perselisihan dengan kanselir Friedrich Merz, terkait perang AS-Israel melawan Iran.

Baca juga: Trump Ancam Jerman karena Merasa Dipermalukan Kanselir Merz

Respons Jerman

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan langkah ini sudah dapat diperkirakan sebelumnya dan menegaskan perlunya Eropa memperkuat pertahanan sendiri.

"Penarikan pasukan AS dari Eropa dan juga dari Jerman sudah dapat diprediksi," kata Boris dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP, Sabtu.  

"Kita sebagai warga Eropa harus lebih bertanggung jawab atas keamanan kita," tambahnya.

Baca juga: Trump Sebut AS Seperti Bajak Laut di Tengah Memanasnya Konflik Iran di Selat Hormuz

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman 

Pentagon sehari sebelumnya mengumumkan rencana penarikan pasukan tersebut dalam kurun waktu enam hingga dua belas bulan ke depan.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menjelaskan keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan militer AS di Eropa.

"Kami memperkirakan penarikan pasukan akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan," kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan, Sabtu. 

"Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan," tambahnya.

Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif untuk mobil dan truk dari Uni Eropa akan meningkat menjadi 25 persen minggu depan.

Trump menuduh Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani musim panas lalu.

Baca juga: Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Negosiasi Buntu dan Konflik Terancam Memanas

Perseteruan Trump vs Merz

Merz menjadi sasaran kemarahan Trump setelah mengatakan bahwa Iran "mempermalukan" Washington di meja perundingan.

"Merz berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!" jelas Trump.

Pada Rabu (29/4/2026), Trump menyatakan Washington sedang meninjau kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved