Berita Nasional Terkini
Dudung Abdurachman Tanggapi Tudingan Rizieq Shihab soal 'Pembisik' Prabowo: Tak Perlu Didengar
Dudung Abdurachman bantah tudingan Rizieq Shihab soal “pembisik” di balik ucapan Prabowo Subianto.
Rizieq menduga pernyataan Prabowo tersebut karena mendapatkan bisikan dari Jenderal Baliho.
"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,"katanya.
Untuk diketahui saat menjadi Pangdam Jaya Dudung bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.
Dudung membantu Satpol PP DKI menurunkan baliho FPI karena organisasi itu sudah dibubarkan, namun mendapatkan resistensi.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Jenderal Dudung Diisukan Jadi Kepala Staf Presiden Usai Dipanggil ke Istana
Tren Kabur Aja Dulu
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung pihak yang menyerukan tren kabur aja dulu.
Ia pun mempersilakan pihak tersebut meninggalkan Indonesia jika memang menjadi keinginannya.
Prabowo menegaskan bahwa masa depan Indonesia cerah, tak ada anggapan Indonesia gelap.
"Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?" ucap Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia.
Prabowo menyebut Indonesia kini termasuk negara yang dinilai aman di dunia.
Baca juga: Hadiri Ngopi Kebangsaan IKAL Lemhannas Aceh, Dudung Apresiasi Nasionalisme Masyarakat Aceh
Fokus Substansi 'Indonesia Gelap'
Pidato Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang menyebut 'Indonesia Gelap kabur saja ke Yaman' menjadi viral di medsos.
Pidato Prabowo kembali menjadi sorotan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari meminta masyarakat berfokus pada substansi pidato Presiden Prabowo Subianto.
Bukan berfokus pada satu kalimat yang menyinggung soal Indonesia gelap dan kabur ke Yaman saat pidato di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja. Jangan itunya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (29/4/2026) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240615_Dudung.jpg)