Berita Nasional Terkini
Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, DPR Minta Pemerintah Berhati-hati
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 4 Mei 2026 mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
TRIBUNKALTIM.CO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 4 Mei 2026 mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Erik Hermawan, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam merespons dinamika ini, terutama terkait dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Penyesuaian harga terjadi pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi.
Baca juga: Kendaraan Listrik tak Lagi Bebas Pajak, Bahlil Usul Skema Berbeda dengan BBM
Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter.
Sementara Dexlite melonjak dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter, dan Pertamina Dex meningkat dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tetap di angka Rp 12.300 per liter.
Adapun BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan, dengan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter.
Menurut Erik, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan sinyal bahwa pemerintah masih berupaya melindungi kelompok rentan di tengah tekanan ekonomi global.
Baca juga: Polda Kalsel Amankan Ribuan Liter BBM Subsidi dan Mobil
"Menunjukkan upaya pemerintah menjaga kelompok masyarakat rentan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026), dilansir dari Kompas.com.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap sektor riil tidak boleh diabaikan.
Kenaikan signifikan pada BBM diesel nonsubsidi, kata dia, berpotensi meningkatkan biaya logistik dan transportasi, yang pada akhirnya bisa memicu tekanan inflasi serta kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sebagai mitra kerja pemerintah, Komisi XI DPR RI mendorong penguatan kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif terhadap situasi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik.
"Sebagai mitra kerja Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Komisi XI DPR RI mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif," jelas Erik.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik 4 Mei 2026, Segini Biaya Isi Penuh Fortuner, Pajero, dan Innova Diesel
Ia juga menekankan pentingnya memastikan subsidi energi tetap tepat sasaran, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan transparansi dalam mekanisme penentuan harga BBM.
Dengan transparansi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan harga.
Selain itu, Erik menilai percepatan transisi energi menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Ia mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), agar kebijakan energi nasional lebih berkelanjutan.
"Evaluasi kebijakan energi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data agar mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Baca juga: Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Sebut Minyak dari Rusia Segera Masuk Indonesia
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Belum Memberikan Dampak
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menuturkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada pertengahan April 2026 belum memberikan dampak yang signifikan terhadap inflasi.
Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), 2,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dan 1,06 persen dalam tahun kalender (year-to-date/ytd).
“Karena (bensin) ini bobotnya kecil, jadi pengaruh di inflasinya itu relatif tidak begitu besar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Senin (4/5/2026), dilansir dari Kompas.com.
Ia mengungkapkan komoditas bensin, yang merupakan bagian dari Kelompok Pengeluaran Transportasi, hanya mengalami inflasi sebesar 0,34 persen mtm pada April 2026.
Baca juga: Naik Drastis, Daftar Harga BBM Diesel 3 Mei 2026 di SPBU Pertamina, BP dan Vivo
Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,98 persen mtm.
Dengan begitu, komoditas bensin pun memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen terhadap inflasi Kelompok Pengeluaran Transportasi serta andil inflasi 0,02 persen terhadap inflasi umum bulanan April 2026.
Ateng menjelaskan rendahnya andil inflasi komoditas bensin tersebut disebabkan karena kenaikan harga hanya terjadi pada kelompok BBM nonsubsidi.
“Untuk bobot BBM nonsubsidi ini relatif rendah. Kenapa rendah? Karena (BBM) nonsubsidi kan dikonsumsinya di kalangan terbatas, sehingga ya tentunya kalau bobotnya itu rendah, pengaruhnya itu secara keseluruhan ini relatif tidak signifikan,” ucap Ateng.
Ia menuturkan hal yang sama juga terjadi pada komoditas avtur yang mengalami kenaikan harga pada periode April 2026 dibandingkan dengan periode Maret 2026.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik 4 Mei 2026, Segini Biaya Isi Penuh Fortuner, Pajero, dan Innova Diesel
“(Harga) avtur mengalami peningkatan, (dan berdampak) terhadap inflasi (tiket) pesawat udara, tetapi karena bobotnya itu tidak besar, maka tidak terlalu signifikan untuk dampaknya terhadap inflasi secara umumnya,” kata Ateng.
Terkait tarif angkutan udara yang mengalami inflasi hingga 15,24 persen mtm pada April lalu, ia menyatakan hal tersebut terjadi karena sebelumnya harga tiket pesawat mengalami deflasi akibat stimulus dari pemerintah.
“Secara umum, kelompok jasa angkutan penumpang mengalami inflasi karena tarif yang kembali normal setelah sebelumnya mengalami deflasi oleh kebijakan pemerintah, yaitu paket stimulus ekonomi pada triwulan I 2026,” tutur dia.
PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April.
Mengutip laman resmi Pertamina, tertera harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April naik sebesar Rp19.400 per liter dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp 13.100 per liter.
Baca juga: Harga Pertamax Tidak Naik, Alasan Pertamina Belum Sesuaikan Harga BBM per 1 Mei 2026
Untuk harga Dextlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp 14.200 per liter.
Sedangkan, untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Pertamina kembali mengumumkan pembaruan harga BBM untuk beberapa wilayah tertentu yang berlaku mulai 4 Mei, dengan jenis BBM nonsubsidi solar dan Pertamax Turbo mengalami lonjakan, sementara Pertamax tetap.
Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Senin, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) menunjukkan peningkatan ke angka Rp 19.900 per liter dari Rp 19.400 per liter pada April.
Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar di wilayah tersebut turut mengalami peningkatan.
Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp 26.000 per liter dari Rp 23.600 per liter pada April 2026. (*)
| Dilaporkan ke Bareskrim, Ade Armando Pilih Mundur dari PSI demi Kebaikan Partai |
|
|---|
| Gaji ke 13 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal Pencairan dan Besarannya |
|
|---|
| Nadiem Makarim Dilarikan ke IGD Usai Sidang Kasus Chromebook, Hakim Tunda Persidangan |
|
|---|
| Jumlah Pengangguran Indonesia 7,24 Juta Orang, BPS Catat Tren Penurunan |
|
|---|
| Zulhas Tegaskan Rekrutmen Kopdes Merah Putih Gratis, Tak Ada Biaya Kelulusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260406_Antrean-BBM-di-SPBU-Kutai-Timur.jpg)