Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

2,5 Jam Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa Isi Pembicaraannya?

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah melakukan pertemuan panjang dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Jumat (8/5/2026).

Tayang:
HO//Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
PERTEMUAN MOJTABA - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (9/3/2026) menunjukkan gambar Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026). Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan telah melakukan pertemuan panjang dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Jumat (8/5/2026).(Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera) 

Ringkasan Berita:
  • Pertemuan Pezeshkian-Mojtaba berlangsung 2,5 jam.
  • Pezeshkian puji sikap Mojtaba sebagai pemimpin yang sederhana dan tulus.
  • Spekulasi kepemimpinan Iran ditepis dengan pesan bahwa Mojtaba tetap aktif memimpin.

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan telah melakukan pertemuan panjang dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Jumat (8/5/2026).

Pertemuan ini berlangsung sekitar 2,5 jam dan menjadi sorotan publik di tengah kondisi kepemimpinan Republik Islam pascaperang Timur Tengah.

Dalam keterangan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Pezeshkian menyebut pertemuan itu penuh suasana kepercayaan dan dialog langsung.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Hingga kini, detail isi pembahasan belum diungkapkan secara resmi.

Sejumlah laporan dari Iranintl menyebut ada tiga isu utama yang diduga menjadi fokus pembicaraan.

Pertama, kondisi internal Iran pascakonflik dengan Israel dan Amerika Serikat.

Bukan tanpa alasan, pasalnya pertemuan itu berlangsung di tengah situasi politik dan keamanan Iran yang masih belum stabil setelah serangan besar yang menewaskan mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Kedua, konsolidasi pemerintahan dan persatuan elite politik. Konsolidasi berarti proses memperkuat atau menyatukan kekuatan agar lebih solid.

Dalam keterangannya, Pezeshkian menekankan suasana pertemuan yang “penuh kepercayaan, ketenangan, empati, dan dialog langsung”.

Ketiga, kemungkinan pembahasan mengenai negosiasi dengan AS di tengah tekanan lanjutan dari Presiden Donald Trump.

Baca juga: Viral Video AI Donald Trump Terjebak di Selat Hormuz, Diunggah Kedubes Iran di Hungaria

Sejumlah laporan menyebut Iran saat ini sedang meninjau kerangka negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan AS di tengah ancaman lanjutan dari Presiden Donald Trump.

Selain itu, pertemuan tersebut juga dianggap penting untuk menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei masih memegang kendali kepemimpinan Iran meski jarang tampil di publik sejak dilaporkan mengalami cedera akibat perang.

Pezeshkian Puji Sikap Mojtaba Khamenei

Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Presiden Iran itu menyoroti kesan mendalam yang ia rasakan selama pertemuan dengan Mojtaba Khamenei.

Menurut Pezeshkian, pertemuan tersebut tidak hanya membahas kondisi negara, tetapi juga memperlihatkan gaya kepemimpinan Mojtaba Khamenei yang dinilai berbeda dan lebih sederhana dibandingkan citra kepemimpinan Iran sebelumnya.

Baca juga: Uni Emirat Arab Dituding Tembaki Dermaga Pulau Qeshm, Media Iran: Jadi Alat Zionis

“Hal yang paling membuat saya terkesan selama pertemuan ini adalah visi dan pendekatan yang rendah hati dan tulus dari pemimpin tertinggi Revolusi Islam,” ujar Pezeshkian dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved