Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Selat Hormuz Kian Memanas, Jet Tempur AS Tembaki Kapal Tanker, Iran Ungkit Soal Bom Atom

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) menembaki dua kapal tanker Iran

Tayang:
X/U.S. Central Command
SELAT HORMUZ MEMANAS - Jet tempur General Dynamics F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Amerika Serikat berpatroli di dekat Selat Hormuz. Militer AS dikabarkan menembaki kapal tanker berbendara Iran, yang membuat ketegangan samakin panas di Selat Hormuz. (X/U.S. Central Command) 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) menembaki dua kapal tanker berbendera Iran yang disebut mencoba menerobos blokade menuju pelabuhan Iran.

Insiden terbaru itu terjadi di tengah situasi kawasan yang masih belum stabil, mulai dari upaya diplomasi AS-Iran, serangan Hezbollah ke Israel, hingga ancaman terhadap keamanan Strait of Hormuz.

Militer AS menyebut dua kapal tanker tersebut dilumpuhkan menggunakan jet tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornet milik Angkatan Laut AS.

Baca juga: Rusia dan China Siap Tolak Resolusi PBB Usulan AS dan Bahrain, Dinilai Terlalu Sudutkan Iran

United States Central Command atau CENTCOM mengatakan jet tempur menembakkan amunisi presisi ke bagian cerobong asap kapal agar tidak bisa memasuki wilayah Iran.

Dalam unggahan di media sosial X, CENTCOM juga merilis rekaman video serangan tersebut.

Sejak blokade diberlakukan pada 13 April lalu, militer AS mengklaim telah menghentikan secara paksa empat kapal yang disebut mencoba melanggar blokade.

Di sisi lain, jalur diplomasi masih terus dilakukan untuk meredakan konflik.

Baca juga: Pertempuran Terjadi di Selat Hormuz, Iran-AS Baku Tembak, Donald Trump Tanggapi Santai

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Washington pada Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Qatar mendorong pembaruan diplomasi guna mencapai kesepakatan baru dengan Iran.

Keduanya juga membahas upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk menciptakan perdamaian permanen di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.

Sementara itu, Hizbullah mengaku telah meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer Israel sebagai balasan atas serangan terbaru di Beirut dan wilayah selatan Lebanon.

Baca juga: Donald Trump Optimistis Perang dengan Iran Segera Berakhir, Ini Isi Negosiasi Damai AS

Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan terbaru tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut meminta negara-negara Eropa membantu menjaga keamanan Selat Hormuz.

“Dunia harus mulai bertanya pada diri sendiri, apa yang bersedia dilakukannya jika Iran mencoba menormalisasi kendali atas jalur air internasional? Saya pikir itu tidak dapat diterima,” kata Rubio, dilansir dari Kompas.com.

Dari pihak Iran, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, menegaskan Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi negaranya.

Baca juga: Donald Trump Optimistis Perang dengan Iran Segera Berakhir, Ini Isi Negosiasi Damai AS

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved