Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Kian Memanas, Jet Tempur AS Tembaki Kapal Tanker, Iran Ungkit Soal Bom Atom
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) menembaki dua kapal tanker Iran
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) menembaki dua kapal tanker berbendera Iran yang disebut mencoba menerobos blokade menuju pelabuhan Iran.
Insiden terbaru itu terjadi di tengah situasi kawasan yang masih belum stabil, mulai dari upaya diplomasi AS-Iran, serangan Hezbollah ke Israel, hingga ancaman terhadap keamanan Strait of Hormuz.
Militer AS menyebut dua kapal tanker tersebut dilumpuhkan menggunakan jet tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornet milik Angkatan Laut AS.
Baca juga: Rusia dan China Siap Tolak Resolusi PBB Usulan AS dan Bahrain, Dinilai Terlalu Sudutkan Iran
United States Central Command atau CENTCOM mengatakan jet tempur menembakkan amunisi presisi ke bagian cerobong asap kapal agar tidak bisa memasuki wilayah Iran.
Dalam unggahan di media sosial X, CENTCOM juga merilis rekaman video serangan tersebut.
Sejak blokade diberlakukan pada 13 April lalu, militer AS mengklaim telah menghentikan secara paksa empat kapal yang disebut mencoba melanggar blokade.
Di sisi lain, jalur diplomasi masih terus dilakukan untuk meredakan konflik.
Baca juga: Pertempuran Terjadi di Selat Hormuz, Iran-AS Baku Tembak, Donald Trump Tanggapi Santai
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Washington pada Jumat (8/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Qatar mendorong pembaruan diplomasi guna mencapai kesepakatan baru dengan Iran.
Keduanya juga membahas upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk menciptakan perdamaian permanen di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.
Sementara itu, Hizbullah mengaku telah meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer Israel sebagai balasan atas serangan terbaru di Beirut dan wilayah selatan Lebanon.
Baca juga: Donald Trump Optimistis Perang dengan Iran Segera Berakhir, Ini Isi Negosiasi Damai AS
Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan terbaru tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut meminta negara-negara Eropa membantu menjaga keamanan Selat Hormuz.
“Dunia harus mulai bertanya pada diri sendiri, apa yang bersedia dilakukannya jika Iran mencoba menormalisasi kendali atas jalur air internasional? Saya pikir itu tidak dapat diterima,” kata Rubio, dilansir dari Kompas.com.
Dari pihak Iran, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, menegaskan Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi negaranya.
Baca juga: Donald Trump Optimistis Perang dengan Iran Segera Berakhir, Ini Isi Negosiasi Damai AS
| Rusia dan China Siap Tolak Resolusi PBB Usulan AS dan Bahrain, Dinilai Terlalu Sudutkan Iran |
|
|---|
| 2,5 Jam Presiden Iran Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa Isi Pembicaraannya? |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz |
|
|---|
| Viral Video AI Donald Trump Terjebak di 'Selat Hormuz', Diunggah Kedubes Iran di Hungaria |
|
|---|
| Uni Emirat Arab Dituding Tembaki Dermaga Pulau Qeshm, Media Iran: Jadi Alat Zionis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260509_Jet-Tempur-AS.jpg)