Iran Vs Amerika Memanas
Didukung Donald Trump, Netanyahu Siap Ambil Langkah Ekstrem ke Iran soal Nuklir
Benjamin Netanyahu membuka opsi invasi darat ke Iran demi merebut uranium yang diperkaya, ketegangan Timur Tengah pun makin memanas.
Ringkasan Berita:
- Benjamin Netanyahu membuka opsi invasi darat ke Iran demi merebut uranium yang diperkaya, ketegangan Timur Tengah pun makin memanas.
- Dukungan Presiden Donald Trump disebut memperkuat langkah Israel untuk mempertimbangkan operasi militer lanjutan terhadap Iran.
- Iran membalas dengan ancaman menaikkan pengayaan uranium hingga 90 persen jika kembali diserang AS dan Israel.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membuka kemungkinan operasi militer darat ke Iran untuk mengamankan uranium yang telah diperkaya.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai potensi meluasnya konflik antara Israel dan Iran yang terus meningkat sejak awal 2026.
Netanyahu menilai ancaman terbesar saat ini masih berasal dari stok uranium Iran yang disebut berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.
Karena itu, Israel disebut mempertimbangkan berbagai langkah lanjutan, termasuk opsi “masuk dan mengambil alih” fasilitas atau material strategis milik Iran demi mencegah kemampuan nuklir Teheran berkembang lebih jauh.
Baca juga: Penjelasan Iran Soal Dugaan Kebocoran Minyak di Dekat Pulau Kharg
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum selesai.
Ia menilai ancaman utama yang masih tersisa adalah stok uranium yang telah diperkaya, yang menurut Israel berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir jika tidak dikendalikan.
Netanyahu bahkan menyebut opsi “masuk dan mengambil alih” sebagai salah satu skenario yang mungkin dilakukan untuk memastikan material nuklir tersebut tidak lagi berada di tangan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang sudah berlangsung sejak awal 2026.
Dorongan tersebut juga berkaitan dengan klaim Israel bahwa Iran masih memiliki kemampuan pengayaan uranium yang signifikan meski telah terjadi serangan militer sebelumnya.
Kondisi ini dianggap sebagai ancaman strategis yang dapat mengubah keseimbangan keamanan di Timur Tengah.
Baca juga: Analis Timur Tengah: Donald Trump Putus Asa dan Tidak Punya Kekuatan Lagi untuk Buat Iran Tunduk
Netanyahu Dapat Dukungan Donald Trump
Di sisi lain, dukungan politik dan militer dari Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump disebut memperkuat posisi Israel dalam mempertimbangkan opsi militer lanjutan.
Dalam laporan yang beredar, Trump menyatakan bahwa pendekatan militer terhadap Iran telah memberikan dampak signifikan.
Ia menilai sebagian besar target strategis militer Iran telah mengalami kerusakan akibat rangkaian serangan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh Amerika Serikat dan Israel.
Meski demikian, Trump juga menegaskan bahwa operasi militer belum sepenuhnya selesai. Ia membuka kemungkinan adanya langkah lanjutan apabila Iran dinilai masih memiliki kemampuan yang dianggap mengancam stabilitas kawasan, khususnya terkait program nuklir dan pengayaan uranium.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi penguat posisi Israel dalam mempertimbangkan opsi militer yang lebih jauh, termasuk kemungkinan operasi darat yang sebelumnya disampaikan Netanyahu.
Baca juga: Iran Sulit Ditundukkan, Donald Trump Dinilai Kehilangan Daya Tekan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260413_Presiden-AS_Donald-Trump_PM-Israel_Benjamin-Netanyahu_desak-serang-Iran.jpg)