Berita Ekbis Terkini
Mendag Akui Pasokan Terbatas hingga Minyakita Hilang dari Pasaran
Menteri Perdagangan (Mendag) akui pasokan terbatas sehingga Minyakita hilang dari pasaran.
Ringkasan Berita:
- Mendag akui pasokan Minyakita terbatas karena mengikuti skema DMO.
- Fungsi Minyakita sebagai penstabil harga, bukan untuk stok melimpah.
- Harga minyak lain naik mengikuti kenaikan harga CPO di pasar global.
- Pedagang keluhkan stok Minyakita kosong di pasar hingga tiga bulan.
- Konsumen terpaksa beralih ke minyak goreng merek lain yang lebih mahal.
TRIBUNKALTIM.CO - Pasokan Minyakita dari pabrik ke pasar diakui Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memang terbatas.
Keterbatasan pasokan membuat Minyakita belakangan ini semakin sulit ditemukan.
Mendag Budi Santoso mengatakan pendistribusian dari Minyakita mengacu pada konsep Domestic Market Obligation (DMO) yang di mana memang ada pembatasan.
Diketahui MinyaKita adalah merek Pemerintah untuk minyak curah yang diolah lebih higienis.
Baca juga: Harga Minyakita sudah Melebihi HET, Penjelasan Kemendag dan Langkah Bulog Penguatan Distribusi
Produk Minyakita ini ditujukan untuk menggantikan minyak curah di pasar tradisional.
Rabu (13/5/2026), Budi kepada awak media di Jakarta mengatakan, "Minyakita itu kan minyak DMO ya.
Ya saya selalu sampaikan minyak DMO itu minyak yang didistribusikan atau mandatory karena adanya ekspor."
Atas kondisi tersebut, Budi menyatakan kalau jumlah atau ketersediaan Minyakita akan berbeda dibandingkan dengan minyak goreng merek lain.
Budi menegaskan, harga Minyakita tetap lebih murah dibandingkan minyak goreng merek lain.
"Ya jadi jumlahnya (Minyakita) tidak seperti jumlah minyak yang lain. Ya tapi kan kita tetap harus jaga karena itu sebenarnya Minyakita itu instrumen untuk harga menjadi tidak naik.
Fungsinya itu sebenarnya. Ya, gitu ya," kata dia.
Menanggapi soal kenaikan harga beberapa merek minyak goreng selain Minyakita di pasaran Budi mengatakan, hal tersebut dipicu oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) karena gejolak di Timur Tengah.
"Kalau kita lihat memang seperti itu karena memang premium kemudian di luar Minyakita ya pasti dia menyesuaikan dengan apa namanya harga CPO yang juga lagi naik sekarang ya.
Karena kemudian harga minyak, distribusi, dan sebagainya," kata dia.
| Rupiah Anjlok hingga Rp 17.500 per Dollar AS, Kelas Menengah-Bawah Terjepit Harga Pangan dan BBM |
|
|---|
| Tekanan Inflasi, BI: Harga Barang Berpotensi Naik dalam 3 hingga 6 Bulan ke Depan |
|
|---|
| Pemerintah Siapkan Skema Baru, Pembatasan BBM subsidi Pertalite dan Solar Berdasarkan CC Kendaraan |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 13 Mei 2026 Stabil, UBS dan Galeri24 Kompak Bertahan Tinggi |
|
|---|
| Bank Indonesia Diyakini Mampu Kendalikan Rupiah, Purbaya Siapkan Intervensi Pasar Obligasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260507_harga-Minyakita_HET-Minyakita_Kemendag_Bulog.jpg)