Kamis, 21 Mei 2026

Berita Viral

Anggota DPRD Jember Viral Main Game saat Rapat karena Takut Sapi Virtual Kelaparan

Sosok dalam video tersebut diketahui merupakan anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As Siddiqi.

Tayang:
HO//tangkapan layar/ DPRD Jember
DPRD JEMBER VIRAL - Kolase tangkapan Layar anggota Komisi D DPRD Jember sedang main game saat Achmad Syahri main game, dan foto profil sebagai anggota DRPD Jember. 

“Saya sempat bertanya, ‘Ra, kenapa main game?’” ujar Hanan menirukan percakapannya dengan Achmad Syahri pada Senin (18/5/2026).

Sapaan “Ra” sendiri merupakan kependekan dari “Lora”, sebutan hormat bagi anak kiai dalam tradisi pesantren di Jawa Timur dan Madura.

Menurut Hanan, Achmad Syahri mengaku jenuh karena rapat berlangsung cukup lama, yakni sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat waktu menunjukkan sekitar pukul 13.00 WIB, Achmad Syahri mengaku tiba-tiba teringat belum memberi makan “sapi-sapi” miliknya.

“Rapatnya kan mulai jam 10 sampai jam 2, Pak Ketua. Jam 1 saya lupa belum ngasih makan sapi-sapi saya,” kata Syahri seperti ditirukan Hanan.

Awalnya, Hanan mengira yang dimaksud adalah hewan ternak sungguhan. Namun ternyata, “sapi” yang dimaksud merupakan hewan virtual dalam game Hay Day yang sedang dimainkan Achmad Syahri.

“Sempat saya tanya, kok main game? Iya ketua itu rapatnya mulai jam 10 pagi sampai jam 2, terus jam 1 saya lupa belum memberi makan sapi-sapi saya. Ternyata sapi di gamenya itu belum dikasih makan,” ujar Hanan.

“Ya itu yang dikatakan beliau memberi makan sapi-sapinya di game tersebut, itu aja yang disampaikan ke saya,” lanjutnya.

Dapat Peringatan Keras dan Terakhir

Viralnya video tersebut membuat Fraksi Gerindra DPRD Jember bergerak cepat. Hanan Kukuh Ratmono menegaskan bahwa Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra pusat telah menjatuhkan sanksi kepada Achmad Syahri.

Menurutnya, sanksi yang diberikan berupa peringatan keras sekaligus peringatan terakhir.

“Secara prinsip Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Jember tegak lurus pada hasil keputusan MKP. MKP sudah menyampaikan putusannya adalah peringatan keras, dan terakhir,” tegas Hanan.

Ia memastikan fraksi tidak akan memberikan toleransi apabila tindakan serupa kembali terulang di kemudian hari.

Jika kembali melakukan pelanggaran disiplin atau etika, Achmad Syahri disebut bisa menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat, termasuk kemungkinan dicopot dari keanggotaan partai maupun posisinya sebagai anggota DPRD Jember.

Bagi Achmad Syahri yang dikenal sebagai salah satu legislator termuda di DPRD Jember, sanksi tersebut menjadi peringatan serius terhadap tanggung jawab moral dan etika sebagai wakil rakyat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved