Selasa, 2 Juni 2026

Berita Ekbis Terkini

Optimisme Pemerintah Akan Ekonomi Indonesia Bukan Berlebihan, Purbaya: Ini Langkah Terukur

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa optimisme pemerintah terhadap fundamental ekonomi nasional bukan sikap berlebihan.

Tayang:
Kompas.com/Yohana Artha Ully
FUNDAMENTAL EKONOMI - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Purbaya menegaskan bahwa optimisme pemerintah terhadap fundamental ekonomi nasional bukan sikap berlebihan. Ia menyebut keyakinan tersebut lahir dari perhitungan kebijakan yang terukur dan realistis. 

Ringkasan Berita:
  • Optimisme ekonomi Indonesia dinilai terukur, bukan berlebihan, dengan pertumbuhan triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen.
  • Defisit APBN terkendali di 0,64 persen PDB, menunjukkan pengelolaan fiskal yang efisien dan sehat.
  • Kepercayaan investor global tetap tinggi, tercermin dari obligasi Indonesia yang diminati meski pasar keuangan dunia bergejolak.

TRIBUNKALTIM.CO -  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa optimisme pemerintah terhadap fundamental ekonomi nasional bukan sikap berlebihan.

Ia menyebut keyakinan tersebut lahir dari perhitungan kebijakan yang terukur dan realistis.

“Itu bukan over optimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana,” ujar Purbaya dalam kegiatan Jogja Financial Festival (JFF) 2026, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Narasi Ekonomi Lesu Dipengaruhi Ekonom TikTok

Calculated move berarti langkah yang diambil berdasarkan analisis dan perhitungan matang, bukan sekadar keyakinan tanpa dasar.

Purbaya menyampaikan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan kinerja positif.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen.

Pertumbuhan itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta percepatan konsumsi pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” ujarnya.

Pengelolaan APBN

Purbaya juga menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tetap dikelola secara bijak dan efektif.

Pengelolaan APBN diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan fiskal.

Baca juga: Purbaya Yakin Rupiah Menguat ke Rp 15.000 per Dollar AS, Imbau Jangan Takut Krisis 1998 Terulang

Defisit APBN tercatat masih terkendali di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB pada 30 April 2026.

Nilai defisit tersebut mencapai Rp 164,4 triliun.

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” katanya menambahkan.

Pemerintah juga terus memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Selain itu, pemerintah membentuk satuan tugas untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved