Berita Ekbis Terkini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 23 Mei 2026 di Seluruh SPBU, dari Pertamax hingga Dexlite
Harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu (23/5/2026) masih sama dengan hari sebelumnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Lonjakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 yang mencapai US$ 117,31 per barel semakin menjauh dari asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel.
Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap fiskal negara, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS).
Meski beban anggaran semakin berat, pemerintah dinilai perlu mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Baca juga: AS dan Iran Belum Sepakat soal Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
Harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu (23/5/2026) masih sama dengan hari sebelumnya.
Tarif bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex tetap mengacu pada penyesuaian harga yang berlaku sejak 4 Mei 2026.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara nasional pada 4 Mei 2026.
Sementara harga bbm subsidi masih sama.
Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga bbm subsidi setidaknya hingga akhir tahun 2026.
Dari sejumlah produk yang mengalami kenaikan, Dexlite menjadi jenis BBM dengan lonjakan harga paling tinggi.
Perlu diketahui, harga BBM Pertamina dapat berbeda di setiap wilayah.
Perbedaan tersebut dipengaruhi kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
1. Provinsi Aceh
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp20.350
Pertamina Dex: Rp28.500
Dexlite: Rp26.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp11.550
Dexlite: Rp24.400
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
| Menkeu Purbaya Sebut Narasi Ekonomi Lesu Dipengaruhi 'Ekonom TikTok' |
|
|---|
| BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Apa Dampaknya bagi Cicilan Rumah dan Kredit Masyarakat? |
|
|---|
| Mengapa Ringgit Malaysia Terus Menguat terhadap Dolar AS? Ini Faktor Pendorongnya |
|
|---|
| Alasan Rosan Roeslani Tunjuk WNA Australia Jadi Direktur Danantara yang Kelola Ekspor |
|
|---|
| Purbaya Yakin Rupiah Menguat ke Rp 15.000 per Dollar AS, Imbau Jangan Takut Krisis 1998 Terulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260415_SPBU-di-Grand-City-Balikpapan-2026.jpg)