Iran Vs Amerika Memanas
Tunggu Keputusan Mojtaba Khamenei, Iran Tegaskan Kesepakatan Damai dengan AS Belum Final
Tunggu keputusan Mojtaba Khamenei, Iran tegaskan kesepakatan damai dengan AS belum final.
Ringkasan Berita:
- Iran menegaskan kesepakatan damai belum final, meski Trump menyebut sebagian besar perundingan telah selesai.
- Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional menjadi penentu akhir setiap keputusan strategis Iran.
- Proposal damai mencakup pelonggaran sanksi dan pembukaan Selat Hormuz, namun masih ada klausul yang perlu diperjelas sebelum diratifikasi.
TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) belum resmi disetujui.
Meski sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut perundingan “sebagian besar telah dinegosiasikan”.
Pejabat Iran menekankan, keputusan strategis hanya dapat diambil setelah mendapat persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, tidak ada kebijakan besar yang diputuskan di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional maupun tanpa izin pemimpin tertinggi.
Baca juga: Perintah Langsung Mojtaba Khamenei, Larang Uranium Dikeluarkan dari Iran, Ini Alasannya
Dalam pertemuan dengan Kepala Lembaga Penyiaran Republik Iran (IRIB), ia menekankan pentingnya solidaritas rakyat dan kesatuan internal pemerintahan sebagai penopang stabilitas negara.
“Yang menjamin kelangsungan dan stabilitas negara adalah solidaritas dan empati rakyat,” ujar Pezeshkian, dikutip Tasnim News Agency, Minggu (24/5/2026).
Ia menegaskan, kekhawatiran utama Iran saat ini bukan perang maupun serangan rudal, melainkan menjaga ketenangan dan persatuan nasional.
“Menjaga persatuan nasional jauh lebih penting dibanding isu militer dan keamanan,” ujarnya.
Mojtaba Penentu Akhir
Pezeshkian juga menegaskan dirinya berhati-hati agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan pandangan Pemimpin Revolusi Iran.
“Tidak ada keputusan di Iran yang dibuat di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh institusi dan kelompok politik Iran harus mendukung keputusan diplomatik yang telah diambil agar Iran dapat menunjukkan suara yang bersatu kepada dunia.
Baca juga: Mereka yang Mendapatkan Keuntungan Miliaran Dollar dari Perang AS-Israel vs Iran
Proposal Damai Masih Dibahas
Sementara itu, pejabat Iran mengatakan masih ada satu atau dua klausul dalam proposal damai dengan AS yang perlu diperjelas sebelum memorandum kesepahaman dikirim untuk diratifikasi.
Hal tersebut telah disampaikan Iran kepada mediator Pakistan yang ikut terlibat dalam proses negosiasi.
Trump sebelumnya mengatakan “aspek dan detail akhir” dari memorandum kesepahaman masih dibahas dan akan segera diumumkan.
Ia juga menyebut kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
| AS dan Iran Bersiap Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Dibuka Tanpa Biaya Tol |
|
|---|
| Mereka yang Mendapatkan Keuntungan Miliaran Dollar dari Perang AS-Israel vs Iran |
|
|---|
| AS dan Iran Segera Sepakati Gencatan Senjata 60 Hari, Beda Washington dan Teheran soal Selat Hormuz |
|
|---|
| Hubungan AS-Israel Retak? Tel Aviv Cemas Donald Trump Pilih Jalur Damai dengan Iran |
|
|---|
| 3 Fakta Terbaru Kesepakatan Damai Iran dan Amerika Serikat, Selat Hormuz Jadi Poin Penting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260309_MOJTABA-KHAMENEI.jpg)