Berita Nasional Terkini
Alasan Polda Metro Jaya Libatkan TNI dalam Tim Pemburu Begal
Polda Metro Jaya menjelaskan soal pelibatan personel TNI dalam penanganan maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Jakarta.
TRIBUNKALTIM.CO - Polda Metro Jaya memastikan pelibatan personel TNI dalam penanganan maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Jakarta dilakukan melalui patroli gabungan.
Tujuannya adalah meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama pada jam rawan malam hingga dini hari.
Patroli gabungan berarti kegiatan pengawasan bersama antara Polri dan TNI di lapangan.
Baca juga: Samarinda Siaga Begal, Polisi Maksimalkan Patroli dan Pengawasan CCTV 24 Jam
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari program Kapolda Metro Jaya bertajuk Jaga Jakarta, yang mencakup Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
“Pelibatan TNI dalam patroli gabungan bersama Polda Metro Jaya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama malam sampai dini hari,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Meski melibatkan TNI, Budi menegaskan penindakan dan pengungkapan kasus begal tetap menjadi kewenangan utama kepolisian sesuai amanah UU Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13.
“Penindakan, pengungkapan kejahatan jalanan merupakan tugas pokok kepolisian sesuai amanah UU Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13,” ucap dia.
Polisi juga meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan menggandeng Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat konektivitas kamera pengawas (CCTV) di titik rawan.
Baca juga: Polemik TNI Turun Tangan Buru Begal, Kemhan Jelaskan Operasi Militer Selain Perang
“Polda Metro Jaya hadir memberikan rasa aman dengan meningkatkan patroli, maksimalkan Kring Reserse serta melibatkan siskamling, kerja sama dengan Pemprov DKI dalam koneksitas CCTV agar tidak ada wilayah yang luput dari pantauan CCTV,” kata Budi.
Selain patroli dan pengawasan lapangan, kepolisian juga terus memverifikasi berbagai informasi terkait aksi kejahatan jalanan yang ramai beredar di media sosial.
Dukungan TNI dan Kekhawatiran Publik
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menjawab kekhawatiran sebagian kalangan khususnya kelompok masyarakat sipil terkait rencana pelibatan prajurit TNI khususnya dari satuan batalyon tempur dalam mengatasi begal di Jakarta.
Salah satu kekhawatiran kelompok masyarakat sipil adalah rencana itu berpotensi melahirkan kekerasan berlebihan di ruang sipil.
Namun, menurut Nas hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena prajurit berada dalam kendali dan sasarannya adalah pelaku begal.
Baca juga: Alasan TNI Gabung Tim Pemburu Begal Meski Tak Ada Instruksi dari Panglima TNI
"Saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena yang dilakukan dalam kendali dan arahnya ke pelaku begal," kata Nas saat dihubungi Selasa (26/5/2026).
Nas menjelaskan tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait rencana tersebut.
| Daftar Calon Hakim Agung yang Lolos Seleksi Kualitas, KY Cek Latar Belakang Para Kandidat |
|
|---|
| Jokowi Keliling Indonesia Mulai Juni 2026, Ini Reaksi PDIP, Golkar dan Demokrat |
|
|---|
| Alasan TNI Gabung Tim Pemburu Begal Meski Tak Ada Instruksi dari Panglima TNI |
|
|---|
| Prabowo Disebut Akan Jalankan Shalat Idul Adha 2026 di Perancis, Ini Penjelasan Istana |
|
|---|
| Polemik TNI Turun Tangan Buru Begal, Kemhan Jelaskan Operasi Militer Selain Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250430_pelaku-begal-di-balikpapan.jpg)