Kamis, 28 Mei 2026

Berita Ekbis Terkini

Rupiah Terus Merosot, Menkeu Purbaya: Ya Saya Stres

Nilai tukar atau kurs rupiah hampir mencapai Rp 17.800 per dollar AS pada penutupan pasar spot Selasa (26/5/2026).

Tayang:
Kompas.com/Rahel
RUPIAH ANJLOK - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Nilai tukar atau kurs rupiah hampir mencapai Rp 17.800 per dollar AS pada penutupan pasar spot Selasa (26/5/2026). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dengan kondisi fundamental ekonomi yang baik, seharusnya kondisi ini tidak terjadi.(KOMPAS.com/Rahel) 

TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada penutupan pasar spot Selasa (26/5/2026), mendekati level Rp 17.800 per dollar AS.

Kurs atau nilai tukar adalah harga suatu mata uang jika ditukar dengan mata uang lain.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah tersebut tidak seharusnya terjadi karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih baik.

Baca juga: Rupiah Anjlok Tembus Rp 17.800 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Harga BBM dan Daya Beli

Fundamental ekonomi merujuk pada faktor dasar seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas fiskal yang menjadi penopang kekuatan mata uang.

Nilai tukar mata uang biasanya melemah ketika ada gangguan pada fundamental ekonomi di suatu negara.

"Ya saya stres," kelakar Purbaya kepada awak media di kawasan Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (27/5/2026).

Kendati demikian, asumsi nilai tukar rupiah ini juga telah masuk dalam perhitungan simulasi harga minyak dunia 100 dollar AS per barrel.

"Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya," ungkap dia.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.834 per Dolar AS Hari Ini, Mayoritas Mata Uang Asia Justru Menguat

Kondisi Pasar Obligasi

Purbaya mengungkapkan, walaupun nilai tukar rupiah turun, imbal hasil surat utang (bond yield) menurun.

Hal itu dipengaruhi dengan aksi pemerintah yang melakukan pembelian untuk mengendalikan imbal hasil surat utang.

"Jadi selama bond market terkendali, kemampuan investor terutama asing dan domestik juga untuk melakukan investasi di bond kita akan terjaga," terang dia.

Purbaya mengaku telah melihat adanya aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Lebih lanjut, pemerintah juga masih akan berupaya untuk membuat nilai tukar rupiah menguat.

"Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu menaikkan nilai tukar rupiah dengan signifikan," tutup dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup tertekan pada perdagangan Selasa (26/5/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved