Kamis, 28 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat, Target Rampung Akhir Juni 2026

Menteri PU Dody Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sempat menghadapi kendala serius pada fase awal.

Tayang:
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
SEKOLAH RAKYAT- Menteri PU Dody Hanggodo saat ditemui di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025). Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sempat menghadapi kendala serius pada fase awal sehingga terlihat seperti proyek yang “setengah mangkrak”.(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA) 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Sekolah Rakyat sempat terkendala, namun pemerintah memastikan percepatan agar rampung akhir Juni 2026.
  • Pemantauan harian dan tindakan tegas dilakukan, termasuk pemberhentian pihak yang dianggap menghambat proyek.
  • Sekolah Rakyat digagas untuk memutus kemiskinan ekstrem, dengan fasilitas setara sekolah berasrama terbaik dan target mendukung visi Indonesia Emas 2045.

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sempat menghadapi kendala serius pada fase awal sehingga terlihat seperti proyek yang “setengah mangkrak”.

Namun, pemerintah memastikan percepatan dilakukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat digunakan mulai tahun ajaran baru Juli 2026.

Dody menyebut hingga 20 Mei 2026 progres rata-rata pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai 58 persen.

Baca juga: DPRD Balikpapan Dukung Sekolah Rakyat, Atasi Anak Putus Pendidikan dan Solusi Polemik SPMB

Di sejumlah lokasi, perkembangan proyek bahkan bertambah 1–2 persen per hari.

“Jadi, Insya Allah akhir Juni selesai,” ujar Dody, Rabu (27/5/2026).

Ia memperkirakan 88 dari total 93 titik pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

Meski begitu, Dody mengakui keterlambatan yang terjadi sebelumnya berada di luar perkiraan.

Ia memperkirakan sekitar 88 dari total 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai target. 

“Dengan komposisi profesional yang ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis, seharusnya keterlambatan seperti sekarang tidak boleh terjadi,” katanya.

Baca juga: Usai Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Datangi KPK

Sejumlah Pihak Dicopot

Sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut, Dody mengaku telah memberhentikan sejumlah pihak yang dinilai terkait dengan hambatan proyek.

Ia juga kini melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan pembangunan setiap hari.

Selain itu, para pejabat pembuat komitmen di seluruh lokasi proyek diwajibkan menyampaikan laporan progres pembangunan setiap pukul 16.00 WIB.

Menurut Dody, beberapa daerah dengan progres pembangunan paling rendah saat ini meliputi Singkawang, Cilacap, Darmasraya, Lombok Utara, dan Brebes.

Sementara itu, daerah dengan progres pembangunan tertinggi berada di Salatiga, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), serta Medan.

Di tengah percepatan pembangunan, Dody menegaskan mutu bangunan tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan dikorbankan demi mengejar target penyelesaian proyek.

Baca juga: Sekolah Rakyat Tarakan, Solusi Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu dan Anak Putus Sekolah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved