Idul Adha 2026
Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Pengamat Singgung Pencitraan
Pembelian 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo menggunakan dana APBN senilai Rp100 miliar memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Pembelian 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo menggunakan dana APBN senilai Rp100 miliar memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
- Pengamat menilai langkah tersebut bisa dilihat sebagai upaya menjaga citra populis pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
- Polemik muncul karena ibadah kurban dinilai seharusnya memakai dana pribadi, bukan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat.
TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik dari Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai pembelian sapi kurban oleh Presiden RI Prabowo Subianto menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Bantuan Presiden (Banpres) dapat dipandang sebagai bagian dari pencitraan politik pemerintah.
Penilaian itu muncul di tengah perdebatan publik terkait penggunaan anggaran negara untuk ibadah kurban.
Diketahui, Presiden Prabowo membagikan sebanyak 1.098 sapi kurban ke berbagai provinsi, kabupaten/kota, hingga lembaga sosial di Indonesia.
Program tersebut disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar dan memicu pro kontra karena sebagian masyarakat menilai ibadah kurban seharusnya menggunakan dana pribadi, bukan anggaran negara.
Baca juga: Sepanjang Tahun 2026, Prabowo sudah Tiga Kali Kunjungan ke Prancis, Apa Saja Agendanya?
Menurut Agung, pembelian sapi kurban itu termasuk bantuan sosial karena Prabowo merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
Agung menilai Prabowo melakukan hal itu demi menghibur masyarakat yang saat ini sedang kesulitan.
Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika hal tersebut bagian dari pencitraan.
"Bagian dari cara beliau menghibur, menyenangkan hati publik. Tapi juga bisa dilihat ini bagian dari pencitraan dari politik pemerintahan hari ini agar tetap populis ketika situasi dan harga-harga kebutuhan pokok naik," ucap Agung kepada Tribunnews dalam wawancara eksklusif ON FOCUS, dikutip pada Kamis (28/5/2026).
Agung mengatakan, hal ini bisa cukup meredam gejolak yang terjadi di masyarakat di tengah situasi yang sulit.
"Nah, tinggal nih siapa yang menerima kan, seperti itu, sehingga treatmentnya pas gitu. Jadi semua hal soal kurban ini menjadi relevan karena memang kita tidak bisa memungkiri ya predikat presiden itu banyak bidang, banyak jabatan, banyak simbol. Bahkan ya beliau juga termasuk ketua umum Partai Gerindra kan," ujarnya.
"Jadi identitas-identitas itu memang tidak terpisah dan mau tidak mau wajar ketika pro kontra itu terjadi di tengah masyarakat," kata Agung.
Baca juga: Polemik Sapi Kurban Prabowo Pakai Anggaran Negara, Penjelasan Wamensesneg dan MUI
Terlepas dari polemik yang terjadi, Agung mengatakan hal yang lebih penting dan utama dalam mengawasi kinerja presiden dan seluruh anak buahnya.
"Supaya tidak ada hal-hal yang dilanggar sesuai dengan aturan main. Termasuk ya soal Idul kurban ini, soal kunjungan ke Prancis, maupun hal-hal lain yang selama ini kita lakukan pengawasan seperti itu," tegasnya.
Pembelian Sapi Kurban Seharusnya Pakai Dana Pribadi Prabowo
Agung juga menyampaikan, perdebatan terkait polemik ini memang sangat sensitif dan tidak heran banyak pihak yang merasa pembelian sapi dengan uang APBN itu kurang pas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260527_Stok-sapi-kurban-di-Samarinda-tahun-ini-mengalami-surplus-hingga-sekitar-7000-ekor.jpg)