Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Bandara Kertajati Jadi Bengkel Hercules Amerika, DPRD Jabar: Opsi yang Harus Ditempuh

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono turut angkat bicara mengenai nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati

Tayang:
KOMPAS.com/Hilda B Alexander
BENGKEL HERCULES - Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono turut angkat bicara mengenai nasib Bandara Kertajati yang hingga kini dinilai belum beroperasi secara maksimal. (KOMPAS.COM) 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono turut angkat bicara mengenai nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang hingga kini dinilai belum beroperasi secara maksimal.

Menanggapi munculnya wacana untuk menyulap Bandara Kertajati menjadi pusat pemeliharaan dan perawatan atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat angkut militer turboprop C-130 Hercules milik Amerika Serikat (AS), Ono menilai langkah tersebut sangat layak dipertimbangkan sebagai solusi jangka pendek.

Menurut Ono, opsi menjadikan Kertajati sebagai "bengkel" pesawat militer asing merupakan langkah realistis demi menyelamatkan sekaligus mengoptimalkan aset negara bernilai fantastis yang ada di Majalengka tersebut.

Baca juga: Kronologi Bandara Kertajati Dijadikan Pangkalan Hercules Amerika, Bermula dari Pertemuan di Pentagon

"Intinya aset yang sampai senilai 5 triliun itu sayang kan apabila jika tidak dimanfaatkan sehingga opsi untuk dijadikan bengkel perawatan pesawat, ya itu pun menjadi sebuah opsi yang harus ditempuh," ujar Ono saat ditemui di Stadion Tridaya Indramayu, Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut, Ono menjelaskan bahwa saat ini kawasan Rebana yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, hingga Sumedang, sudah mulai menggeliat tumbuh menjadi pusat industri baru sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Melihat potensi makro ekonomi yang besar tersebut, pemerintah dirasa perlu mencoba berbagai formula kreatif agar fungsi Bandara Kertajati dapat dimaksimalkan, termasuk lewat bisnis MRO pesawat Hercules.

Mengenai adanya riak kekhawatiran dari sejumlah pihak terkait potensi risiko keamanan nasional jika pangkalan militer asing menaruh perawatan alutsistanya di sana, Ono meyakini pemerintah tidak akan ceroboh.

Baca juga: Pentagon dapat Persetujuan Prabowo, Amerika Jadikan Bandara Kertajati Sebagai Pangkalan Hercules

Ia optimis pemerintah pusat dan daerah akan melakukan kajian mendalam terlebih dahulu. Terlebih sejak awal cetak biru pembangunan dalam Detailed Engineering Design (DED), aspek keamanan dipastikan sudah ikut dihitung secara matang.

Meski mendukung opsi MRO alutsista udara sebagai jembatan darurat, Ono Surono tidak menampik bahwa ia masih menaruh harapan besar agar marwah Bandara Kertajati dapat hidup seutuhnya sebagai bandara komersial murni.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyentil wacana pemerintah yang ingin memaksakan reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Menurut Ono, langkah tersebut merupakan sebuah kemunduran. 

Baca juga: 17 Fakta Menarik Airbus 330 Lion Air untuk Penerbangan Umroh dari Kertajati Majalengka ke Madinah

Ia mengingatkan bahwa status asli Bandara Husein Sastranegara maupun Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta sebenarnya adalah pangkalan udara (Lanud) milik TNI AU, bukan bandara komersial penuh.

"Kalau saya tetap berharap bahwa Husein dengan keterbatasan fasilitasnya sebaiknya tidak dimaksimalkan atau dipaksakan, artinya tetap Kertajati yang harus didorong, apalagi Tol Cisumdawu juga sekarang sudah ada," cetus Ono.

Hingga saat ini, Ono mengakui bahwa untuk menghidupkan urat nadi penerbangan sipil komersial di Kertajati memang masih terbentur dilema klasik yang rumit.

"Tinggal misalnya problemnya antara telur dan ayam ya, apakah penumpang dulu atau ada maskapai dulu. Nah itu kan harus diselesaikan, dengan apa? Dengan political will atau komitmen dan tekad nyata dari para pemegang kekuasaan baik dari pemerintah pusat maupun Jawa Barat," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga: 17 Fakta Menarik Airbus 330 Lion Air untuk Penerbangan Umroh dari Kertajati Majalengka ke Madinah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved