Breaking News
Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Kemenpar Intip Peluang dari Melemahnya Rupiah Terhadap Dollar AS

Dimata Kementerian Pariwisata, melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), ternyata bisa menjadi peluang

Tayang:
Tribunnews.com/Jeprima
RUPIAH MELEMAH - Ilustrasi: Uang rupiah diantara dollar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Dimata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), ternyata bisa menjadi peluang yang menguntungkan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dimata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), ternyata bisa menjadi peluang yang menguntungkan.

Menurut Kemenpar, melemahnya rupiah atas dollar bisa menjadi peluang untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman).

"Ini peluang, selalu tidak pernah kita tolak selalu ada tantangan pasti ada peluangnya, peluang pelemahan rupiah ini kita garap," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Begal Perawat di Kutai Barat tak Cuma Rampas HP, Pelaku Sempat Kuras Rekening Korban Jutaan Rupiah

Menurut Ayu, tingginya nilai dollar AS berpotensi membuat banyak wisatawan berlibur ke Indonesia.  

"Kalau kami melihat dari kacamata konsumen atau wisatawan terutama mancanegara ya, tentu dengan pelemahan rupiah buat mereka ini nilai terbaik untuk uang, contoh dulu Rp 1 juta bisa beli apa, sekarang bertambah dia, ini membuat daya tarik tersendiri," jelasnya.  

Kementerian Pariwisata lantas mengajak pelaku usaha pariwisata memanfaatkan situasi ini.

Dampak pelemahan rupiah sudah mulai terasa, salah satunya terkait peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

Baca juga: Setelah Anjlok terhadap Dollar AS, Kini Rupiah Tertekan Dollar Singapura, Dampaknya Bagi Indonesia

"Terbukti sekarang kita lihat negara tetangga, Malaysia, kan cukup kuat mata uangnya, ketika kita melemah itu value (nilai) mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat, lebih banyak, lebih tinggi, itu menjadi daya tarik," tutur dia.

Tak hanya itu, harga paket wisata di Indonesia disebut terasa lebih terjangkau.

Oleh karena itu, pelaku usaha pariwisata diminta gencar promosi agar makin banyak wisatawan memilih Indonesia.

Kendati demikian, Kementerian Pariwisata meminta pelaku usaha pariwisata tetap waspada akan tantangan yang ada.

Baca juga: Rupiah Dekati Rp 18.000 per Dollar AS, Ekonom Beber Strategi Buat Kalangan Menengah untuk Bertahan

Salah satu tantangan tersebut adalah dinamika konflik geopolitik yang menyebabkan harga bahan bakar melonjak.

Akibatnya, biaya penerbangan menjadi sangat tinggi sehingga calon wisatawan berpikir panjang untuk liburan. Wisatawan mancanegara dari Eropa juga menghadapi masalah lain.

Sebab, mereka harus melewati kawasan Timur Tengah untuk ke Indonesia, yang mana bisa memunculkan ketakutan.

Kementerian Pariwisata lantas mengalihkan fokus pemasaran, dari yang sepenuhnya berharap pada wisatawan jarak jauh, jadi menyasar wisatawan dari wilayah terdekat.

Baca juga: Mereka yang Mendapatkan Keuntungan Miliaran Dollar dari Perang AS-Israel vs Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved