Selasa, 2 Juni 2026

Berita Ekbis Terkini

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Rp 17.853 per Dollar AS, Pelemahan Rupiah Disorot Media Asing

Nilai tukar rupiah hari ini dibuka Rp 17.853 per dollar AS. Pelemahan rupiah menjadi sorotan media asing. Respons Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Ilustrasi pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Nilai tukar rupiah hari ini dibuka Rp 17.853 per dollar AS. Pelemahan rupiah menjadi sorotan media asing. Respons Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa. (Tribunnews.com/Jeprima) 

Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang," kata Purbaya.

Prospek Ekonomi Lebih Tinggi Dibandingkan Negara Anggota G20

Purbaya bilang, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut lebih tinggi bahkan dibandingkan negara anggota G-20.

Itu sebabnya, prospek perekonomian RI masih aman, bahkan Purbaya mengklaim, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Bahkan di kelompok G-20, kita berada di posisi kedua setelah India.

Jadi prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita," kata dia.

Purbaya juga meyakini dalam waktu dekat akan banyak investor asing yang berinvestasi ke Indonesia dan rupiah akan rebound dalam waktu dekat ini.

"Pada akhirnya hal itu akan memperkuat mata uang secara hampir otomatis, karena saya percaya para investor, terutama investor FDI (Foreign Direct Investment atau investasi langsung dari asing) dan investor asing lainnya, akan tertarik berinvestasi di negara yang menawarkan prospek pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan," tandas Purbaya.

Menguat Tipis tapi Penguatan Paling Besar di Asia

Nilai tukar rupiah pagi ini, Senin (1/6/2026) menjadi Rp 17.583 per dollar AS ini membuat rupiah menguat 0,16 persen dibanding penutupan Jumat (29/5/2026).

Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia dan berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. 

Hingga pukul 09.00 WIB, dolar Taiwan berada satu level di bawah rupiah setelah menguat 0,12 persen terhadap the greenback.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,69 persen.

Disusul, baht Thailand yang turun 0,2 persen.

Berikutnya ada peso Filipina tertekan 0,19 persen dan yen Jepang terkikis 0,14 persen.

Lalu dolar Singapura terdepresiasi 0,1 persen.

Selanjutnya, yuan China tergelincir 0,02 persen.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved