Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Mendag: Ekspor Indonesia Masih Tumbuh Meski Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Pemerintah menilai sektor ekspor nasional masih menunjukkan tren positif meski tekanan terhadap mata uang domestik terus berlanjut.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Wartakota/Nur Ichsan-Instagram JamesFSundah
NILAI TUKAR RUPIAH - Ilustrasi warga tengah menghitung uang rupiah pecahan Rp 50 ribu, Sabtu (21/12/2013). Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengatakan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga April 2026 tetap mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS belum sepenuhnya berdampak negatif terhadap kinerja perdagangan Indonesia. 

Pemerintah menilai sektor ekspor nasional masih menunjukkan tren positif meski tekanan terhadap mata uang domestik terus berlanjut.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengatakan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga April 2026 tetap mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa daya saing produk Indonesia di pasar global masih terjaga.

"Sekarang ini kalau kami kan dikaitannya dengan ekspor, ya ini sebenarnya ketika kita juga harus bisa ada strategi kita ya. Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus," kata Budi saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ekonom: Artinya Ekonomi Kita Sedang Sakit

Budi bilang, kondisi ekspor RI di rentang Januari-April menunjukkan angka surplus hingga 5,48 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama.

"Kita kan surplus 5,48 persen. Enggak kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu, coba cek data BPS kemarin," kata dia. Karena itu dia berani mengatakan kondisi saat ini cenderung masih bagus karena nilai ekspornya masih positif.

"Artinya sebenarnya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang ekspor kita tetap naik ya, tetap naik 5,48 persen," ujarnya.

Menurutnya Pemerintah Indonesia saat ini sedang menjajaki perdagangan barter dengan Filipina yang belakangan ini mata uang Peso juga melemah nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Skema barter tersebut juga dilakukan pemerintah agar kinerja neraca perdagangan dalam negeri tetap meningkat di tengah ketidakpastian global saat ini.

"Kita juga ada alternatif misalnya pakai barter. Ya nanti tanggal 12 ya, tanggal 12 kita (akan) ketemu dengan pengusaha Filipina. Jadi waktu kemarin waktu acara ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina, dia impor barang kita selama ini dan ini untuk (menyikapi) karena di Filipina kan nilai tukangnya juga lagi kurang bagus," sambung dia.

Baca juga: Modus 5 Oknum Polisi di Samarinda Kuras Isi ATM Tersangka, Bobol Ratusan Juta Rupiah

Perkembangan terakhir, keduanya sudah mendapat buyer dan menunggu keabsahan kontrak kedua belah pihak. "Sudah kami carikan buyer-nya, setelah bertemu, nanti tanggal, kita akan tanda tangan kontrak," ujar Budi.

Budi tidak menjelaskan secara detail komoditasnya serta nilai dagang yang disepakati oleh kedua negara dalam prinsip barter ini. "Komoditasnya nanti tanggal 12 ya," tandas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rupiah Terpuruk di Atas Rp18.051 Per Dolar AS, Mendag Klaim Ekspor RI Masih Bagus

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved