Berita Ekbis Terkini
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ekonom: Artinya Ekonomi Kita Sedang Sakit
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut kondisi ini sebagai sinyal serius bagi ekonomi Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut kondisi ini sebagai sinyal serius bagi ekonomi Indonesia.
- Pelemahan rupiah disebut mulai berdampak pada harga kebutuhan, biaya hidup, dan daya beli masyarakat.
- Pakar menilai kelas menengah paling rentan terdampak. Ada peringatan soal risiko sosial jika kondisi berlanjut.
TRIBUNKALTIM.CO - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah sempat menembus level Rp 18.000 per dollar AS.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai daya tahan perekonomian nasional di tengah meningkatnya tekanan dari faktor global maupun domestik.
Sejumlah ekonom menilai pergerakan rupiah saat ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa.
Nilai tukar yang terus tertekan dinilai menjadi indikator penting yang mencerminkan tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia, mulai dari arus modal asing hingga kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Rupiah Diprediksi bisa Tembus Rp 20.000 per Dollar AS di Akhir Juni, Ekonom: Kelas Menengah Menyusut
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayah, menyebut soal perekonomian Indonesia ditengah anjloknya nilai tukar rupiah atas Dollar Amerika Serikat (AS).
Perdagangan terakhir Jumat (5/6/2026), rupiah ditutup menguat tipis di level sekitar Rp18.036 per dolar AS, sementara sempat bergerak di rentang Rp18.049–Rp18.066 per dolar AS
Achmad Nur pun mengatakan, pelemahan rupiah sempat menjadi lima terendah untuk pelemahan mata uang di dunia atas dollar AS.
“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun tembus Rp18.000. Rupiah kita termasuk lima yang terendah, year to date-nya kita itu melemah 7 persen,” kata Achmad, mengutip tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (5/6/2026).
Fenomena ini pun seharusnya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Indonesia.
Ia menilai capaian tersebut menjadi peringatan bagi para pengelola ekonomi nasional.
“Dan ini merupakan tamparan untuk para pengelola ekonomi kita. Kenapa menjadi yang terendah?"
Dampak pelemahan rupiah juga berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga barang impor, biaya transportasi, hingga meningkatnya tekanan terhadap daya beli.
Kelompok kelas menengah disebut menjadi salah satu pihak yang paling rentan menghadapi kenaikan biaya hidup akibat kondisi tersebut.
Baca juga: Kurs Rupiah Hari Ini Dibuka Rp 18.017 per Dollar AS, Cek Nilai Tukar di Bank Mandiri, BNI dan BCA
Sinyal Serius
Achmad juga menilai pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal serius bagi kondisi perekonomian nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260605_nilai-tukar-rupiah-terhadap-dollar-AS_Bank-Mandiri_BCA_BNI.jpg)