Senin, 8 Juni 2026

Gempa Bumi

Update Gempa Filipina Hari Ini 8 Juni 2026: Perbandingan dengan Gempa Bumi Palu 2018 dan Aceh 2004

Update gempa Filipina hari ini 8 Juni 2026. Simak perbandingan dengan gempa Palu 2018 dan Aceh 2024, termasuk dampak tsunami di Tahuna.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
BMKG
INFO GEMPA TERKINI - Informasi wilayah yang terdampak tsunami hari ini, diinformasikan BMKG, Senin (8/6/2026). Update gempa Filipina hari ini 8 Juni 2026. Simak perbandingan dengan gempa Palu 2018 dan Aceh 2024, termasuk dampak tsunami di Tahuna. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa Filipina hari ini 8 Juni 2026 berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Mindanao dan memicu tsunami yang terpantau hingga Indonesia. 
  • BMKG mencatat kenaikan muka air laut di Tahuna, Melonguane, Bitung, dan sejumlah wilayah lain sebelum peringatan dini tsunami resmi diakhiri. 
  • Dibandingkan gempa Palu 2018, dampak gempa Filipina lebih kecil, namun keduanya sama-sama menunjukkan potensi besar gempa subduksi yang dapat memicu tsunami.

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa Filipina hari ini menjadi perhatian dunia setelah gempa kuat mengguncang wilayah Mindanao pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurut informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi di kawasan selatan Filipina itu memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

BMKG juga mencatat bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada pukul 06.37 WIB itu mengakibatkan kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah Indonesia. 

BMKG bahkan sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir setelah kondisi dinilai aman. 

Baca juga: Getaran Gempa M 7,7 Filipina Terasa hingga Kaltim dan Kaltara, BMKG Sebut Tidak Ada Kerusakan

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik pada bencana besar seperti gempa Palu 2018 dan gempa Aceh 2024 yang juga memicu tsunami.

Gempa Filipina Hari Ini 8 Juni 2026

Menurut BMKG, gempa berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, dan dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme patahan naik (thrust fault).

Gempa tersebut menyebabkan tsunami yang terpantau di beberapa wilayah Indonesia dengan ketinggian gelombang bervariasi.

BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah lokasi, antara lain:

Tahuna: 0,30 meter

Melonguane: 0,32 meter

Talengan: 0,75 meter

Bitung: 0,29 meter

Ternate: 0,14 meter

Ulu Siau: 0,18 meter

Di Filipina sendiri, seperti dilansir AP News, gempa menyebabkan kerusakan bangunan, gangguan listrik, serta korban jiwa dan luka-luka. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved