Kamis, 11 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sebut Israel Bisa 'Sendirian' jika Perang dengan Iran Berlanjut

Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu agar berhati-hati dan tidak memperluas konflik.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Dok White House
AS DAN ISRAEL - Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara secara pribadi di Ruang Vermeil sebelum makan malam, Senin, 7 Juli 2025, di Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu agar berhati-hati dan tidak memperluas konflik. 

Selain itu, dalam percakapan telepon dengan Netanyahu, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa ia meminta PM Israel itu untuk menggunakan penilaiannya sendiri.

Trump memperingatkan Netanyahu agar tidak merusak upayanya mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

"Saya tidak ingin melakukan apa pun yang akan merusak kesepakatan itu, tetapi saya berkata, 'Kau harus menggunakan penilaianmu sendiri.' Pergilah dan gunakan penilaianmu sendiri, tetapi saya tidak ingin kesepakatan itu dirugikan," kata Trump kepada Kepala Koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl, dalam wawancara telepon pada Senin.

Baca juga: Israel Bombardir Fasilitas Petrokimia Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung secara aktif dan bahwa pihaknya sedang berusaha menyelesaikannya.

"Sebenarnya cukup sederhana. Yang berkuasa adalah yang menang. Kita memiliki semua kekuasaan," ujarnya.

Trump mengatakan bahwa dimulainya kembali serangan militer AS dalam skala besar akan memakan biaya mahal dan mengakibatkan Selat Hormuz ditutup lebih lama selama berbulan-bulan.

Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan pembicaraan damai menuju kesepakatan sedang berlangsung, kecuali jika terhambat oleh ketidaktahuan atau kebodohan.

Ketika ditanya apa maksud pernyataan tersebut, Trump mengatakan kepada ABC News, "Jika orang-orang bodoh, kita akan berakhir pada situasi di mana kita harus menghancurkan seluruh infrastruktur suatu negara, dan saya rasa itu bukan hal yang baik, karena seseorang harus membangunnya kembali."

Ia menyarankan bahwa jika AS menghancurkan infrastruktur Iran, AS kemungkinan akan membantu membiayai pembangunan kembali negara tersebut.

"Seseorang harus membangun semua infrastruktur itu, jembatan baru, ini dan itu, pembangkit listrik baru. Anda tahu, mereka berbicara tentang satu triliun dolar, mungkin lebih. Dan Anda tahu itulah mengapa kita mungkin akan terlibat dalam pembangunan kembali, membantu mereka membangun kembali," katanya.

Baca juga: Trump tak Akan Cairkan Aset Iran, Minta Kesepakatan Damai Didahulukan, Teheran: Ini Uang Kami

Ketika ditanya apakah itu akan seperti Marshall Plan untuk Iran, Trump menjawab, "Ya," lalu dengan cepat menambahkan, "Tapi kita akan mendapatkan setengah dari minyak mereka."

Mengutip Britannica, Marshall Plan atau Rencana Marshall adalah program bantuan ekonomi besar-besaran yang disponsori AS dan mulai diberlakukan pada 1948.

Program tersebut menyediakan lebih dari 13 miliar dolar AS (setara dengan sekitar 180 miliar dolar AS saat ini) untuk membantu 16 negara di Eropa Barat dan Selatan membangun kembali ekonomi mereka yang hancur akibat perang, memodernisasi industri, serta mencegah penyebaran komunisme. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peringatan Trump ke Netanyahu: Hati-hati atau Kau Akan Sendirian Sebentar Lagi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved