Iran Vs Amerika Memanas
Trump Sebut Israel Bisa 'Sendirian' jika Perang dengan Iran Berlanjut
Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu agar berhati-hati dan tidak memperluas konflik.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah aksi saling serang pada Juni 2026
- Presiden Donald Trump memperingatkan Benjamin Netanyahu agar tidak merusak kesepakatan damai dengan Iran
- Konflik ini mengancam stabilitas harga energi global dan keamanan di Selat Hormuz
- Trump mengusulkan bantuan pembangunan kembali infrastruktur Iran dengan imbalan akses minyak
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Israel dilaporkan saling melancarkan serangan pada Senin (8/6/2026), menandai eskalasi pertama sejak kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada April lalu.
Situasi ini kembali memicu kekhawatiran global, termasuk dampaknya terhadap stabilitas harga energi dunia.
Konflik yang kembali memanas tersebut juga berdampak pada perekonomian internasional, termasuk Indonesia.
Gangguan di kawasan strategis Selat Hormuz dilaporkan mendorong kenaikan harga minyak global, yang berpotensi menekan sektor energi dan inflasi di berbagai negara berkembang.
Baca juga: Gencatan Senjata Rapuh, AS Siap Sita Dana Iran demi Tambal Kerusakan Bandara hingga Pabrik Air
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memberikan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar lebih berhati-hati dalam merespons serangan Iran.
Trump bahkan menyinggung kemungkinan Israel akan “sendirian” jika konflik terus berlanjut tanpa kontrol.
"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan sendirian dalam waktu dekat,'" kata Trump dalam wawancara telepon dengan Axios pada Senin (8/6/2026) waktu setempat.
Axios melaporkan bahwa Trump menelepon Netanyahu pada Minggu malam dan memintanya untuk tidak membalas serangan Iran setelah Teheran melancarkan serangan ke Israel.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengklaim bahwa Israel memberi pemberitahuan yang sangat terlambat kepada AS mengenai serangan pada Minggu tersebut.
"Mereka sudah dalam perjalanan. Tetapi akhirnya saya membatasi (serangan Israel)," kata Trump.
Baca juga: Tegur Netanyahu usai Israel Balas Iran, Trump: Saya Pengambil Keputusan Mutlak
Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa ia menerima panggilan dari lima negara berbeda di kawasan yang memintanya mendesak Netanyahu untuk berhenti.
"Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan," kata Trump.
Trump juga mengklaim bahwa pemerintahannya menerima pesan dari Iran pada Senin pagi yang menyatakan kesediaan untuk berhenti menembak jika Israel melakukan hal yang sama.
"Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi serta meminta kami memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi," kata Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260604_donald-trump-netanyahu.jpg)