Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Segera Dibuka? AS dan Iran Beri Sinyal Positif Menuju Kesepakatan Damai
Kesepakatan damai AS-Iran diklaim sudah mencapai teks final, dengan Selat Hormuz disebut bakal dibuka kembali dalam waktu dekat.
Ringkasan Berita:
- Kesepakatan damai AS-Iran diklaim sudah mencapai teks final, dengan Selat Hormuz disebut bakal dibuka kembali dalam waktu dekat.
- Iran dan AS sama-sama optimistis deal diteken akhir pekan atau awal pekan depan, namun saling berbeda klaim soal isi kesepakatan.
- Bocoran dana Rp 428 triliun aset Iran, gencatan senjata 60 hari, hingga dampak pada harga minyak dunia menjadi sorotan utama.
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin menguat setelah kedua negara memberi sinyal positif terkait hasil negosiasi yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Perjanjian tersebut disebut berpotensi diumumkan dalam hitungan hari.
Salah satu poin utama yang mencuat dalam pembahasan adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama konflik menjadi pusat perhatian pasar energi dunia.
Langkah ini diyakini dapat meredakan ketegangan geopolitik sekaligus memperlancar arus perdagangan internasional.
Berbeda dari sentimen-sentimen sebelumnya, kabar kali ini diamini oleh pernyataan dari kedua belah pihak baik dari AS maupun Iran.
Baca juga: Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli 2026, Iran Siapkan Prosesi Pemakaman dengan Upacara Penghormatan
Kesepakatan ini dibenarkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama.
Pada hari Jumat (12/6/2026) Sharif bahkan mengatakan bahwa teks final terkait kesepakatan AS-Iran telah tercapai.
"Perdamaian belum pernah sedekat sekarang." ungkap Sharif melalui unggahannya di platform X.
Berdasarkan draf awal yang beredar dari berbagai sumber diplomatik, nota kesepahaman ini akan langsung membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan memulihkan pelayaran prapengiriman dalam waktu kurang lebih 30 hari.
Kesepakatan ini juga mencakup perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari dan penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Kabar Dibenarkan Iran
Pihak Iran sendiri tak membantah kabar bahwa kedua belah pihak tampaknya segera mencapai kesepakatan.
Di dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja terjadi dalam 1 atau 2 hari ke depan
"Saya penuh harapan akan hal itu." ungkap Araghchi dalam wawancara yang juga diunggahnya ke platform X tersebut.
Meski demikian, saat berbicara di stasiun televisi pemerintah Iran, Araghchi memaparkan sejumlah ketentuan yang tampaknya berbeda dari draf awal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260611_IRGC-umumkan-penutupan-Selat-Hormuz.jpg)