Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi, DPR Desak Pertamina Turunkan Harga Pertamax
Donald Trump mengumumkan Selat Hormuz akan dibuka kembali pada 19 Juni 2026 setelah tercapai kesepakatan damai AS-Iran.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengumumkan Selat Hormuz akan dibuka kembali pada 19 Juni 2026 setelah tercapai kesepakatan damai AS-Iran.
- Pembukaan jalur minyak vital dunia ini memicu harga minyak anjlok hampir 5 persen dan pasar saham global menguat.
- Dampaknya sampai ke Indonesia, DPR mendesak Pertamina segera menurunkan harga Pertamax karena tekanan harga minyak dunia mulai mereda.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan Selat Hormuz akan kembali dibuka penuh mulai 19 Juni 2026 setelah tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah.
Kembalinya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz disambut positif pasar global. Harga minyak dunia tercatat turun signifikan, sementara bursa saham internasional menguat setelah muncul harapan bahwa pasokan energi dunia akan kembali stabil seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Di tengah optimisme tersebut, sejumlah negara sekutu AS di Eropa masih mempertanyakan detail implementasi kesepakatan damai yang akan ditandatangani pada Jumat mendatang.
Baca juga: AS Ungkap Selat Hormuz Dibuka Gratis, Kapal-kapal Bisa Bergerak Bebas usai Kesepakatan Damai Iran
Mereka menilai masih diperlukan kejelasan mengenai mekanisme pengamanan jalur pelayaran serta proses pembersihan ranjau sebelum lalu lintas kapal benar-benar pulih seperti sebelum konflik.
“Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz,” kata Trump seraya mengatakan, AS tidak akan membutuhkan banyak bantuan untuk menjaga alur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.
Pengumuman Trump tersebut memicu reli besar di pasar saham global dan saham di Dow di Wall Street mencapai rekor tertinggi, sementara harga minyak mentah anjlok hampir lima persen.
Baca juga: AS Ungkap Selat Hormuz Dibuka Gratis, Kapal-kapal Bisa Bergerak Bebas usai Kesepakatan Damai Iran
Media Iran melaporkan pada malam 15 Juni bahwa tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo bermuatan telah melewati wilayah perairan yang sebelumnya diblokade oleh angkatan laut AS.
Iran telah memblokade selat tersebut sejak awal perang, menyebabkan harga minyak melonjak dan meningkatkan kekhawatiran akan guncangan inflasi yang berkepanjangan. Amerika Serikat kemudian memblokir pengiriman ke dan dari pelabuhan Iran.
AS, Iran, dan mediator Pakistan mengatakan perjanjian perdamaian AS dengan Iran akan ditandatangani pada Jumat, 19 Juni di Swiss.
Di sela-sela penyelenggaraan KTT Kelompok Tujuh (G7) di mana Iran akan menjadi topik pembicaraan di sesi makan malam, tergambar jelas bahwa sekutu-sekutu AS di Eropa tidak menunjukkan sikap optimisme mereka atas masa depan Selat Hormuz.
Mereka tidak sependapat bahwa perdagangan dapat dilanjutkan pada akhir pekan, seperti yang dijanjikan Trump.
Sekutu AS di Eropa mempertanyakan, hal apa sebenarnya yang disepakati kedua pihak sebelum sekutu AS di Eropa ikut bergabung pada misi pembersihan ranjau dan patroli di Selat Hormuz.
Menurut seorang pejabat G7 yang tak bersedia disebut namanya, ada kesulitan serius dalam menemukan posisi bersama di antara kelompok G7 soal bagaimana strategi menangani situasi di Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260508_Iran.jpg)