Rabu, 17 Juni 2026

Berita Ekbis Terkini

Bakal Dirilis 1 Juli 2026, Apa Itu B50? Risiko BBM Jenis Biodiesel yang Baru

Bakal dirilis 1 Juli 2026, apa itu B50? Risiko BBM jenis biodiesel yang baru

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com/Jeprima
BIODIESEL SEGERA RILIS - Petugas saat mengisi BBM ke kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). Biodiesel 50 atau B50 akan segera dirilis 1 Juli 2026 nanti. (Tribunnews.com/Jeprima) 

Ringkasan Berita:
  • B50 (50 persen bahan nabati, 50 persen solar) resmi dirilis mulai 1 Juli 2026.
  • Menargetkan penghematan devisa negara hingga Rp 157 triliun.
  • Dapat mengurangi emisi karbon 46,7 juta ton dan serap 2,2 juta tenaga kerja.
  • Memiliki tantangan teknis seperti densitas dan viskositas yang lebih tinggi.
  • Program ketahanan energi Presiden Prabowo untuk kurangi ketergantungan impor.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yakni B50 atau Biodiesel 50 persen (B50) bakal dirilis 1 Juli 2026 nanti. 

Apa sebenarnya B50 yang bakal segera dirilis ini?

Dilansir dari laman onesolution.pertamina.com, biosolar atau biodiesel adalah bahan bakar yang terbuat dari campuran bahan bakar untuk mesin jenis diesel dengan beragam bahan baku dari bahan alami seperti minyak kelapa sawit, minyak jarak, atau minyak biji kapuk. 

Ada sejumlah campuran bahan nabati yang digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar atau diesel biasa pada mesin diesel.

Baca juga: Harga Minyakita Segera Naik, Mendag sebut Penyesuaian HET Bukan karena Program B50

Dengan demikian Biodiesel B50 terdiri dari campuran minyak nabati (tumbuhan) dan bahan bakar minyak jenis solar yang komposisinya terdiri dari 50 persen nabati (tumbuhan) dan juga 50 persen bahan bakar minyak jenis solar

Saat ini, di sejumlah SPBU Pertamia telah tersedia B40, di mana sebelumnya diterapkan B20 dan B30. 

Sifat fisika dari Biodiesel B50

Mengutip solarindustri.com, bertambahnya proporsi biodiesel mengubah beberapa sifat bahan bakar yang relevan untuk performa mesin dan infrastruktur:

Densitas: cenderung meningkat seiring kadar biodiesel, memengaruhi massa bahan bakar yang disuntikkan.

Viskositas: biodiesel umum-nya memiliki viskositas lebih tinggi daripada diesel mineral sehingga dapat mempengaruhi pola injeksi dan atomisasi.

Nilai kalor (Lower Heating Value): biodiesel memiliki energi per volume sedikit lebih rendah, artinya konsumsi volume bisa meningkat marginal untuk menghasilkan output tenaga yang sama.

Cold-flow properties (cloud point, pour point, CFPP): biodiesel seringkali lebih rentan membeku/keruh pada suhu rendah, sehingga di iklim dingin perlu mitigasi.

Stabilitas oksidasi & korosivitas: umur simpan dan kecenderungan pembentukan endapan/asam bisa meningkat jika kualitas feedstock dan proses pemurnian tidak terjaga.

Tantangan dan risiko implementasi

Kesiapan armada dan engine: Mesin tertentu, terutama unit lama, dapat membutuhkan penggantian seal, gasket, filter, atau penyesuaian manajemen bahan bakar.

Perubahan viskositas dan sifat kimia dapat memperpendek interval servis jika tidak diantisipasi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved