Ibu Kota Nusantara
Pemerintah Gunakan Skema HPL Transmigrasi untuk 13 Sumur Migas di Dekat IKN
Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman untuk pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi.
Ringkasan Berita:
- Ditemukan 13 sumur migas baru di kawasan Samboja dekat Ibu Kota Nusantara. Temuan ini menambah total eksplorasi menjadi 79 sumur di wilayah tersebut.
- Potensi produksinya disebut besar, mencapai 1 juta barel minyak dan 11,64 miliar kaki kubik gas, dengan nilai ekonomi diperkirakan tembus Rp2,5 triliun.
- Pemerintah bersama SKK Migas dan Pertamina akan mulai eksplorasi pada 2026, sekaligus membangun infrastruktur untuk warga sekitar.
TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 13 sumur minyak dan gas (migas) baru ditemukan di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Temuan ini menambah daftar panjang potensi energi di wilayah tersebut yang sebelumnya telah memiliki puluhan sumur aktif.
Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman untuk pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi sebagai lokasi eksplorasi.
Skema HPL (Hak Pengelolaan Lahan) Transmigrasi adalah bentuk penguasaan negara atas tanah yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang hak (Kementerian Transmigrasi) untuk digunakan dalam rangka penyelenggaraan transmigrasi.
Secara sederhana, HPL adalah landasan legalitas bahwa lahan tersebut adalah aset negara yang disiapkan untuk permukiman dan usaha para transmigran.
Skema ini diharapkan tidak hanya mendukung industri migas, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar melalui pembangunan infrastruktur dasar.
Baca juga: Strategi IKN Memutus Rantai Kemiskinan via Sekolah Cerdas, Bukan Sekadar Pindah Kota
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanegara, mengatakan, temuan itu menambah daftar sumur migas di Kutai Kartanegara yang sebelumnya telah dieksplorasi dengan jumlah sebanyak 79 sumur.
"Kami sepakat tadi, bahwa opsi yang dipilih adalah pemanfaatan HPL transmigrasi. Dengan begini, tadi sudah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama, bagaimana ini nanti juga bisa memberikan manfaat, dampak yang besar untuk masyarakat yang ada di sekitarnya, tidak hanya untuk industri-nya," kata Iftitah di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (04/05/2026).
Iftitah mengatakan, badan usaha yang akan melakukan eksplorasi sumur, dalam hal ini adalah PT Pertamina (Persero), akan membangun infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi Samboja.
"Tadi kami juga sudah sepakat bahwa nanti akan ada pembangunan infrastruktur dasar di sana. Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri," lanjutnya.
Baca juga: 6 Fakta Terkini Temuan 13 Sumur Migas di Samboja Kukar, Lokasi di Kawasan Transmigrasi Dekat IKN
Ia berharap, adanya potensi ekonomi baru itu bisa turut membantu warga transmigran untuk mendapatkan pekerjaan.
Iftitah juga menegaskan akan memberikan kompensasi yang sepadan bagi warga transmigran apabila lahannya terimbas eksplorasi sumur migas tersebut.
"Apakah itu berada di lahan masyarakat yang sudah dimanfaatkan atau misalkan lahan kosong sisa HPL yang masih berada dalam penguasaan kami," jelas Iftitah.
Proyeksi Produksi 1 Juta Barel Minyak
Pada kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa ada potensi produksi minyak sebanyak 1 juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik dari 13 sumur baru itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260421_Lokasi-Kawasan-Legislatif-dan-Yudikatif-di-IKN.jpg)