Rabu, 27 Mei 2026

Ibu Kota Nusantara

Otorita IKN Libatkan Warga dalam Penataan Drainase Koridor Sepaku PPU

OIKN melibatkan warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, dalam mendukung penataan drainase kawasan penyangga

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
HO/OIKN
PERBAIKAN DRAINASE - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melibatkan warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, dalam mendukung penataan drainase kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Adapun penerima manfaat kegiatan meliputi masyarakat di wilayah RT 001 hingga RT 011 Desa Bukit Raya serta RT 001, RT 006, dan RT 007 Desa Sukaraja, Penajam Paser Utara.  

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melibatkan warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, dalam mendukung penataan drainase kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Upaya tersebut merupakan bagian dari program penataan Koridor Sepaku yang mencakup Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, menyampaikan bahwa pembangunan di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan mengedepankan model pemberdayaan masyarakat.

Hal itu bertujuan untuk mendukung terbentuknya ekosistem baru di KIPP IKN melalui penataan lingkungan yang lebih tertata, estetis, dan berkelanjutan.

Baca juga: Songsong IKN Nusantara, DPRD Balikpapan Minta Perusahaan Wajib Serap 40 Persen Pekerja Lokal

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, pembangunan drainase juga diharapkan mampu mengurangi genangan air yang selama ini kerap terjadi saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. 

"Penataan kawasan berbasis masyarakat ini dirancang dengan melibatkan partisipasi aktif warga, mulai dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan infrastruktur ke depan," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Wilayah perencanaan penataan Koridor Sepaku memiliki luas sekitar 219,76 hektare pada skala meso, dengan area mikro di koridor Jalan Negara seluas kurang lebih 59,64 hektare.

Adapun penerima manfaat kegiatan meliputi masyarakat di wilayah RT 001 hingga RT 011 Desa Bukit Raya serta RT 001, RT 006, dan RT 007 Desa Sukaraja. 

Agus katakan, pihaknya berkomitmen akan mengembangkan penataan kawasan untuk Desa Sepaku dan Sukaraja. 

"Kami ingin membangun desa sekitar KIPP ini dengan model pemberdayaan. Nantinya masyarakat yang akan melakukan pemeliharaannya," ucapnya.

Baca juga: 3 Alasan Mangrove Kampung Baru Bakal jadi Wisata Pesisir Andalan di Gerbang IKN Nusantara

Ia menjelaskan, proses perencanaan akan disertai spesifikasi teknis dan survei lapangan menggunakan drone untuk memetakan aliran air, sehingga pembangunan drainase dapat dilakukan secara tepat sasaran. 

Diketahui, pembangunan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026.

"Dana kegiatan berasal dari APBN dan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa pungutan. Program ini akan berkelanjutan dan dikoordinasikan oleh empat kelompok masyarakat,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Sugianto, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut demi menciptakan lingkungan desa yang lebih baik.

Diakuinya, saluran pembuangan di Desa Sukaraja masih kerap tergenang pada saat musim hujan tiba.

"Kegiatan ini tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja dengan baik demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved