Ramadhan 2026
Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadhan 2026, Tata Cara dan Doanya
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah ziarah kubur,
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Laailaaha Illallah
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah.”
6. Membaca Doa Ziarah Kubur
Allahummaghfirlahu war hamhu wa 'aafihii wa'fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi' madhalahu, waghsilhu bil maa'i watssalji walbaradi, wa naqqìhì, mìnaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.
Wabdilhu daaran khairan mìn daarìhì wa zaujan khairan mìn zaujìhì. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu mìn adzabil qabri wa mìn adzabinnaari wafsah lahu fi qabrìhì wa nawwìr lahu fihì.
Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)
Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan
Agar ziarah tetap dalam koridor syariat, ada sejumlah adab yang perlu dijaga.
Pertama, disunnahkan dalam keadaan suci atau berwudhu. Meski tidak wajib, kondisi bersih membantu menghadirkan kekhusyukan.
Kedua, mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman.
Ketiga, menghadap kiblat ketika berdoa, sebagaimana dianjurkan dalam banyak ibadah doa.
Keempat, tidak duduk, menginjak, atau bersandar di atas kuburan. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian duduk di atas kuburan.” (HR Muslim)
Kelima, menghindari sikap berlebihan seperti meminta kepada penghuni kubur atau menjadikan makam sebagai tempat ritual yang tidak dicontohkan.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa inti ziarah adalah doa dan pengingat kematian, bukan praktik-praktik yang menjurus pada pengkultusan.
Ziarah Kubur dan Spirit Ramadan
Menjelang Ramadan, ziarah kubur sering kali menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan keluarga yang telah wafat sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah.
Rasulullah SAW pernah menziarahi makam ibunya dan menangis, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.
Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kasih sayang dan kesadaran bahwa hidup memiliki batas.
Ramadan adalah bulan ampunan. Ziarah kubur mengingatkan bahwa suatu hari, orang lainlah yang akan berdiri di sisi makam kita, mendoakan hal yang sama.
Pertanyaannya, jika Ramadan tahun ini menjadi yang terakhir bagi kita, sudahkah hati benar-benar siap?
Ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan undangan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat.
Jelang Ramadhan dan Imlek, Pedagang Bunga Ziarah di Samarinda Raup Omzet Jutaan Rupiah
Mendekati bulan suci Ramadan 1447 H, geliat ekonomi mulai terasa di kawasan pemakaman.
Para pedagang bunga tabur di Kota Samarinda mulai bersiap menyambut lonjakan peziarah yang menjadi tradisi tahunan.
Anisa, warga Jalan Meranti, Samarinda, adalah salah satu yang menggantungkan rezeki dari kelopak bunga dan irisan daun pandan.
Aktivitas ini bukan hal baru baginya, mahasiswi jurusan informatika ini mengaku sudah membantu ibunya berjualan bunga di Pemakaman Muslimin, Jalan Abul Hasan, sejak masih duduk di bangku TK.
"Sudah lebih dari 15 tahun saya ikut ibu jualan bunga di sini. Biasanya, dua hari menjelang Ramadan adalah puncak keramaian peziarah," ujar Anisa saat ditemui Tribun, Jumat (13/2/2026).
Tahun ini, momentum Ramadan berdekatan dengan perayaan Imlek.
Anisa memprediksi puncak keramaian akan terjadi pada Minggu (15/2) dan Selasa depan karena bertepatan dengan cuti bersama.
"Prediksi saya Minggu besok mulai ramai. Puncaknya Selasa karena bertepatan dengan momen Imlek, di mana warga non-muslim (Tionghoa) juga biasanya berziarah dan membeli bunga. Harganya bisa mencapai Rp40.000 per kemasan," jelasnya.
Selain menjelang Ramadan, momen tiga hari sebelum Lebaran hingga hari H Idul Fitri juga menjadi masa "panen" bagi para pedagang bunga.
Meski terlihat sederhana, omzet yang diraup cukup menggiurkan.
Pada hari Jumat yang cerah di awal bulan, Anisa bisa mengantongi pendapatan kotor sekitar Rp800.000 dengan keuntungan bersih Rp500.000.
"Kalau menjelang Ramadan, per hari bisa tembus Rp1 juta sampai Rp3 juta. Dalam sepekan di tahun 2025 lalu, total pendapatan bisa mencapai Rp10 juta," bebernya.
Namun, ia mencatat adanya tren penurunan keuntungan dalam tiga tahun terakhir.
Jika pada 2023 keuntungan mencapai 100 persen, di tahun 2024 turun menjadi 80 persen, dan pada 2025 berada di angka 70 persen.
Menjalani profesi ini selama belasan tahun bukan tanpa kendala. Tantangan terbesar saat ini adalah sulitnya mencari bahan baku, terutama daun pandan dan bunga kertas.
Anisa bahkan harus mencari pasokan hingga ke wilayah Loa Buah (Kukar), Samarinda Seberang, hingga Loa Bakung.
"Mencari daun pandan sekarang sulit. Kadang harus beli borongan seharga Rp700.000 untuk beberapa kali ambil. Kalau bunga kertas, kalau cuaca terlalu panas biasanya rontok," ungkap Anisa yang juga memanfaatkan Instagram dan WhatsApp untuk memasarkan dagangannya.
Baginya, berjualan bunga bukan sekadar mencari untung, tapi melanjutkan usaha keluarga yang sudah digeluti sejak kecil di gerbang makam. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Hukum dan Doanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-ziarah-kubur-menjelang-ramadhan-10042021.jpg)