Mutiara Ramadhan
KH M Cholil Nafis tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan
Bagi orang yang beriman, datangnya bulan Ramadhan adalah kebahagiaan. Karena itu, mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari.
Kecuali ia sendiri dan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah keistimewaan puasa: hubungan langsung antara hamba dan Sang Pencipta.
Lebih istimewa lagi, kita meninggalkan makanan dan minuman yang halal yang tersedia di rumah kita sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, semata-mata karena perintah Allah.
Inilah bentuk ketundukan dan kedekatan kepada-Nya.
Selain pahala yang berlipat ganda, Ramadhan juga menghadirkan ampunan dosa.
Ampunan adalah nikmat yang sangat berharga, karena setiap hari kita tidak lepas dari dosa apa yang kita lihat, dengar, ucapkan, bahkan dari aktivitas sederhana seperti bermedia sosial.
Ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, Allah juga memberkahi amal-amal kita.
Umur kita terbatas rata-rata 60 hingga 70 tahun, namun dengan keberkahan Ramadhan, Allah melipatgandakan kebaikan sehingga kita bisa meraih pahala besar dalam waktu singkat.
Karena itu, mari kita manfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya.
Di dalamnya ada salat malam berjamaah yang tidak ada di bulan lain, yaitu salat tarawih.
Ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Perbanyaklah salat, perbanyaklah doa, dan perbanyaklah membaca Al-Quran.
Jika kita ingin berbicara kepada Allah, maka berdoalah.
Jika kita ingin Allah berbicara kepada kita, maka bacalah Al-Quran.
Para ulama terdahulu, seperti Imam Syafi’i, mengkhatamkan Al-Quran puluhan kali di bulan Ramadhan.
Maka kita pun hendaknya memiliki target: berapa kali khatam, berapa banyak sedekah, dan seberapa besar peningkatan ibadah kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260218_KH-M-Cholil-Nafis-PhD.jpg)