Kamis, 28 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Prof Nasaruddin Umar - Mengontrol Tabungan Spiritual

Kita tidak boleh memandang enteng secara spiritual orang-orang yang secara biologis masih muda, karena boleh jadi usia spiritualnya sudah matang.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN) 

Habil simbol orang yang memiliki tabungan spiritual (spiritual saving) dan selalu mengontrolnya dengan baik.

Ia mempunyai perilaku ideal, jujur, tawadhu, sabar, dan taat beribadah kepada Tuhan, dan respek kepada orang tuanya.

Sedangkan Qabil simbol orang yang memiliki saldo minus dalam spiritual saving. Ia mempunyai sifat-sifat buruk, egois, curang, dikuasai hawa nafsu, jauh dengan Tuhan, dan merelakan orang lain binasa demi kepentingan pribadinya.

Baca juga: Prof Nasaruddin Umar: Awalilah Dengan Taubat

Di dalam suatu hikayat lain diceritakan seorang ahli ibadah muda usia dan aktif membantu warga disayangkan oleh seorang ahli ma’rifah. 

Pasalnya, pandangan spiritual ahli ma’rifah melihat si pemuda itu akan mati keesokan harinya tertimpa meteorik, batu raksasa yang akan jatuh ke bumi dan persis menimpa rumah si pemuda. 

Betapa terperanjatnya ahli ma’rifah setelah dua hari kemudian pemuda itu masih hidup segar bugar membantu warga setempat. 

Sang pemuda tersenyum menyaksikan keheranan ahli ma’rifah yang menatapnya dari tadi, lalu ia menyapa, tuan tidak perlu kaget, apa yang tuan lihat kemarin itu betul-betul terjadi.

Meteorik raksasa itu jatuh menimpa rumah saya, tetapi sebelum menimpa rumah saya sudah hancur berkeping-keping setelah memasuki atmosfer bumi, sehingga yang jatuh ke atap rumah saya hanya debunya.

Ketiga kalinya ahli ma’rifah itu kaget setelah mendengarkan pernyataan pemuda itu.

Dari mana dia tahu kalau saya mengetahui rahasia Tuhan itu?

Bagaimana dia tahu apa yang ada di dalam pikiran saya?

Sang pemuda melanjutkan, wahai ustadz anda tidak perlu kaget, karena saya juga menyaksikan apa yang anda lihat, dan saya memahami wujud yang anda bayangkan terhadap saya seandainya batu itu tidak berubah jadi tepung.

Ternyata ibadah yang ditekuni sang pemuda memproteksinya dari bahaya besar.

Dengan demikian, social and spiritual saving adalah tolak bala paling efektif.

Baca juga: Prof Nasaruddin Umar: Ramadan sebagai Bulan Pertobatan, Semoga Kita Meraih Taubat Istijabah

Kedua cerita di atas memberikan pengalaman berharga bagi kita bahwa hidup ini harus ditempuh dengan kejujuran jika ingin meraih ketenangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved