Rabu, 10 Juni 2026

Mutiara Ramadhan

Berlatih untuk Diam

Ada pepatah kuno mengatakan: Diam adalah emas dan bicara adalah perak.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN) 

Oleh: Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

SALAH satu hikmah puasa ialah melatih diri untuk diam.

Ada pepatah kuno mengatakan: Diam adalah emas dan bicara adalah perak.

Kita bisa setuju atau tidak dengan pepatah ini, tetapi yang pasti kita sendiri sering kali menyesal karena terlalu banyak bicara.

Kita juga sering bersyukur karean bisa bersikap diam dan mengendalikan diri sehingga terbebas dari fitnah dan marabahaya.

Kita juga sering setuju dengan pernyataan: Kita lebih gampang disuruh bicara ketimbang disuruh diam.

Yang pasti mungkin semuanya kita pernah memilih diam sebagai jawaban yang paling tepat.

Baca juga: Kekuatan Imajinasi Spiritual

Dalam Al-Qur'an juga disebutkan Nabi Zakaria pernah mengalami hal ini sebagaimana diungkapkan dalam Surah Maryam.

Ia sangat berhasrat memiliki anak.

Ia tak pernah berhenti berdoa meskipun usianya sudah tua dan isterinya juga demikian.

Sebagai wujud tanda syukur dan sekaligus nazar sekiranya ia berhasil dikaruniai anak maka ia akan berpuasa biara selama tiga hari, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: "Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat". (Q.S. Maryam/19:10).

Akhirnya doanya dikabulkan dan Nabi Zakariya pun menunaikan nazarnya dengan berpuasa bicara selama hari yang ditentukan.

Diam atau puasa bicara bukan pekerjaan mudah bagi orang normal. Namun Allah SWT selalu mengingatkan kita agar hati-hati soal bicara, sebagaimana firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar". (QS. Al-Ahzab/33:70).

Baca juga: Belajar dari Sifat-sifat Tuhan

Dalam hadis Nabi disebutkan: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasulunya maka hendaklah ia mengatakan yang benar atau lebih baik diam".

Nabi juga mengingatkan kita: "Sesungguhnya dosa yang paling banyak dilakukan oleh anak cucu Adam adalah pada lidahnya".

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved