Minggu, 3 Mei 2026

Cerita Para Kiai

Kisah KH Muhammad Mursyid yang Kini Mengabdi di Riau, Didikan Pesantren Antarkan ke Senayan

Kisah perjalanan KH Muhammad Mursyid yang kini mengabdi di Riau, didikan pesantren mengantarkan ke Senayan.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews.com
CERITA PARA KIAI - Sosok KH Muhammad Mursyid yang kini mengabdi di Riau. Perjalanannya bermula dari didikan Pesantren hingga mengantarkannya ke Senayan dan kemudian memilih mengabdi di Riau. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sosok KH Muhammad Mursyid, Kiai kondang asal Riau lahir dari keluarga dengan tradisi religius yang kuat. 

Keluarga KH Muhammad Mursyid bukan berasal dari Riau.

Ayahnya berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan, sementara ibunya merupakan putri asli Jakarta. 

KH Muhammad Mursyid sendiri lahir di Jakarta pada 4 Juli 1973.

Baca juga: Kisah Haji Muhammad Ikhsan Wahab, Ketua MUI Sikka: Agama Harus Hadir dalam Aksi, Bukan Sekadar Dalil

Ia telah ditempa dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh sejak kecil. 

Muhammad Mursyid diajarkan disiplin dalam ibadah, hormat kepada guru, serta menjunjung tinggi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi ke Madrasah Tarbiyatul Mu’alimin Wal Mu’alimat di Jakarta Pusat.

Namun, hanya dua tahun ia menempuh pendidikan di sana. 

Keinginan untuk memperdalam ilmu agama membawanya ke Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta yang diasuh oleh KH Syukron Ma’mun.

Di pesantren itulah karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan jiwa pengabdiannya mulai terasah.

Ia mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu belajar di sana, sementara adik dan saudara perempuannya juga mengenyam pendidikan agama di lembaga yang sama. Lingkungan pesantren membentuknya menjadi pribadi sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Selepas menyelesaikan pendidikan, atas arahan gurunya, pada 1994 ia ditugaskan mengabdi ke Pekanbaru.

Di kota inilah perjalanan dakwahnya semakin luas.

Ia bergabung dengan Pondok Pesantren Dar El Hikmah di kawasan Panam, tidak hanya membina santri, tetapi juga aktif mengisi majelis taklim serta kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Semangat dakwahnya semakin berkembang ketika ia terlibat aktif dalam Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Riau.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved